Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Teknik Kultur Fitoplankton

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 12 October 2011
di Bahan Kuliah - 0 komentar

Pada  suatu  unit  pembenihan,  penyediaan  pakan  alami  untuk  larva ikan dibedakan menjadi dua  kegiatan,  yaitu kultur murni  (skala laboratorium) dan kultur missal (dalam bak bervolume besar). Alga untuk makanan larva udang pada awalnya berasal dari laut.

Oleh karena itu diperlukan  suatu  teknik  untuk mengambil  satu  jenis plakton  yang dikehendaki, yang disebut teknik isolasi (Martosudarmo dan Sabarudin, 1983).

Media isolasi

Media isolasi dengan media alami adalah berupa air yang di ambil dari bak air tawar maupun  air  laut  yang  diperkaya  dengan  penambahan  unsur hara  yang  sesuai dengan jenis plankton yang akan dimurnikan (Mujiman, 1984). 

Metode isolasi 

Dalam hal mengisolasi  satu  spesies plankton dari  alam  ada beberapa metode yang dapat dilakukan, salah satunya adalah metode agar media. Metoda ini digunakan untuk plankton yang dapat dibudidayakan dalam  agar-agar  seperti Chlorella  sp. dan Tetraselmis chuii. Pada dasarnya teknik isolasi menggunakan sejumlah cawan petri, pipa kapiler, beaker glass dan pipet yang sebelum dipergunakan harus steril terlebih dahulu dengan autoclave. Cawan steril di isi larutan agar dan sesudah larutan agar membeku di taburi air plankton  dengan  pipet  tetes  yang  berujung  kecil.  Cawan  petri  di  tutup dan  di simpan pada suhu kamar (± 25oC) selama beberapa hari. Setiap koloni plankton yang tumbuh  diperiksa  dengan  bantuan  mikroskop,  untuk mencari  jenis  alga  yang dikehendaki. Apabila masih  tercampur harus dikultur  lagi dalam media  agar  sampai diperoleh koloni yang benar-benar murni (Martosudarmo dan Sabaruddin, 1980). 

Cara menghitung kepadatan plankton 

Untuk  mengetahui  keberhasilan  dalam  pembibitan  dari  jenis  plankton yang dikehendaki  perlu  diketahui  tingkat  kepadatannya  (Mujiman,  1984). Alat  yang digunakan  untuk  mengukur  kepadatan  adalah  Haemacytometer (Thoma)  dengan bantuan mikroskop.

Penghitungan kepadatan Chlorella sp. dan Tetraselmis chuii dilakukan setiap hari  sekali.  Pipet  yang  digunakan  untuk  mengambil  Chlorella  sp. dan  Tetraselmis chuii terlebih dahulu di cuci dengan air tawar yang bersih lalu dipanaskan dalam oven pada suhu 100oC selama sepuluh menit, guna menghindari kontaminasi. Air dari pipet diteteskan pada haemacytometer dan di  tutup dengan cover glass, selanjutnya dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 100-400 kali. Menurut  Fatuchri  (1984),  mengatakan  bahwa ruang  hitung  dalam  suatu haemacytometer  mempunyai  dimensi  sebagai berikut  :  

kedalaman  0,1  mm  dan panjang  1  mm  serta  lebar  1  mm (volume 0,0001 cm3).  Luas  ruang  hitung  adalah 1  mm2  yang terbagi  dalam  400 kotak yang  masing-masing  luasnya  0,0025 mm2. Penghitungan Chlorella sp.dilakukan dalam 400 kotak (bila kepadatan relatif rendah) atau dalam beberapa kotak  yang di pilih  secara  acak  (bila kepadatan  terlalu  tinggi). 

Cara penghitungan Tetraselmis chuii sama dengan cara penghitungan Chlorella sp. Estimasi kepadatan sel alga dapat di hitung sebagai berikut : 

1.  Dalam 400 kotak (bila kepadatan rendah) Jumlah sel x 104/ml = a sel/ml 

2.  Dalam beberapa kotak (bila kepadatan terlalu tinggi)   Rata-rata jumlah sel x 400 x 104/ml = a sel/ml


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    827.740