Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Konservasi Penyu di Bali

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 16 October 2011
di Perikanan - 1 komentar

Sepekan lalu saya berkunjung ke Bali untuk mengunjungi tempat konservasi penyu yang ada disana. Tujuan saya adalah untuk melakukan survey PKL. Disana saya menemukan banyak sekali bayi dan penyu dewasa yang sedang dirawat. Tentu saja, tempat ini adalah tempat konservasi penyu yang ada di Bali, selain sebagai tempat konservasi, tempat ini juga dipergunakan sebagai Ojek wisata di Bali. Turtle Conservation and Education Center atau TCEC merupakan tempat dimana kita bisa mempelajari siklus kehidupan penyu atau apa pun yang berhubungan dengan penyu. Mulai dari perelokasian, penetasan, perawatan sampai pada saat pengembalian penyu ke habitat aslinya. TCEC diresmikan oleh Gubernur Bali pada 20 Januari 2006 dan menempati lahan seluas 2,4 hektar.

Tujuan didirikannya TCEC adalah untuk menekan dan mengakhiri perdagangan penyu yang sangat marak di Bali beberapa tahun silam. Masyarakat Bali dahulu sangat suka mengkonsumsi dan menggunakan penyu untu keperluan upacara agama, sehingga perlu diberikan penyuluhan agar tidak mengkonsumsi produk-produk penyu lagi guna menjaga kelestarian komunitas penyu dari kepunahan.

“Kalau untuk penyu sendiri tidak bisa kita kembangbiakkan, tapi kita bisa membantu menyelamatkan telur-telur penyu tersebut dari para predator”, kata pak Made selaku pengurus di TCEC. Biasanya telur-telur penyu tersebut diambil dari pantai pada pagi hari. Karena jejaknya masih lumayan jelas, jadi mempermudah untuk menemukan keberadaan telur-telur penyu. Telur-telur tersebut dipindahkan ketempat penetasan yang sudah dirancang secara semi alami, dicantumkan pula data-data yang diperlukan untuk mengetahui kapan telur-telur tersebut akan menetas. Di TCEC ini kita dapat menyaksikan proses penetasan secara langsung, hampir setiap jam selalu saja ada telur yang menetas apa lagi pada malam hari. Karena pada musim tertentu mereka bisa menampung hingga beribu-ribu telur penyu.

Menurut penjelasan dari pak Made, pada bulan April sampai Agustus merupakan waktu dimana para penyu-penyu mulai bertelur, menetas sampai pelepasan ke habitatnya. Penyu yang berhasil direlokasi akan dirawat hingga penyu-penyu tersebut siap untuk dilepaskan ke habitat aslinya. Pada saat pelepasan penyu ke habitat asal minimal usianya 1 bulan, tapi kalau usianya sudah 2 bulan penyu-penyu tersebut harus segera dilepaskan. Selain usianya yang sudah cukup matang untuk hidup di habitat aslinya, tempat penangkaran ini tidak cukup untuk menampung sekian banyak penyu yang berhasil direlokasi.

Selain tempat penangkaran penyu, TCEC juga memberi penawaran untuk bermalam. Bukan hotel, penginapan atau sejenisnya, tapi tempat untuk berkemah/Buper. Penawaran pertama seharga Rp. 30.000/orang minimal 50 orang dengan fasilitas ruang semi outdoor, pengetahuan tentang penyu, berkunjung ke SERANGAN MARINE GARDEN dan mengelilingi hutan mangrove dengan perahu motor di pulau Serangan. Yang kedua, mereka hanya menyediakan tempat berkemah dan ruang semi outdoor dengan tarif Rp. 5.000/orang minimal 50 orang. Kalau pun kita ingin membuat acara api unggun, bakar-bakar ikan atau bahkan ingin menambah beberapa hari untuk menginap, TCEC juga akan membantu menyediakan semuanya, tentu dengan sedikit biaya tambahan. Karena untuk sementara TCEC belum menyediakan tenda, ada baiknya kita membawa tenda sendiri. Selain berlibur tidak ada salahnya bila kita belajar lebih dekat dengan alam.

1 Komentar

nopi prihatin

pada : 20 July 2013


"bagaimana prosedur magang di TCEC?"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    827.606