Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Manajemen Akuakultur

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 16 October 2011
di Bahan Kuliah - 2 komentar

Akuakultur memiliki sejarah yang panjang, lebih dari 2500 tahun. Akuakultur sendiri berasal dari Asia dan sudah dilaksanakan selama lebih dari 4000 tahun. Bidang ini tidak terperhatikan hingga sekitar tahun 1960.

Pada pertengahan tahun 1980,  produksi akuakultur memberikan kontribusi hanya 14% dari produksi perikanan dunia. Pada saat itu, produksi perikanan lebih banyak disuplai dari hasil tangkapan di laut (perikanan tangkap). Tetapi pada akhir tahun 1990, kontribusi akuakultur meningkat menjadi 27,6%.

Akuakultur Asia sebagian memperlihatkan kekuatannya seperti produksi yang mencapai 91% dari total produksi akuakultur dunia, terlebih lagi di Asia Tenggara, budidaya ikan memegang peranan penting dalam menyediakan gizi bagi penduduk dan pengumpulan devisa. Hal ini dimungkinkan karena perikanan tangkap sudah mulai mencapai titik jenuh akibat over eksploitasi dan over fishing. Faktor penyebab rusaknya dan rendahnya produksi perikanan tangkap, sehingga kegiatan penangkapan yang ada harus mulai dikurangi secara bertahap dan diganti dengan kegiatan yang bersifat hemat sumberdaya alam.

Dalam usaha akuakultur mencakup :

  1. Pembenihan ikan
  2. Pemilihan induk
  3. Pemijahan induk
  4. Penetasan telur
  5. Pemeliharaan larva
  6. Pendederan
  7. Pembesaran
  8. Efesiensi pakan
  9. Konversi pakan
  10. Nutrisi pakan
  11. Formula pakan
  12. Nilai gizi
  13. Kualitas air

Sistem pengadaan sarana dan prasarana produksi akuakultur

  1. Prasarana produksi
  • Pemilihan lokasi
  • Pengadaan bahan dan
  • Pembangunan fasilitas produksi
  1. Sarana produksi
  • Pengadaan induk
  • Benih
  • Pakan
  • Pupuk
  • Obat-obatan
  • Pestisida
  • Peralatan akuakultur dan
  • Tenaga kerja
  1. Subsistem proses produksi
  2. Persiapan akuakultur
  3. Penebaran (stocking)
  4. Pemberian pakan
  5. Pengelolaan lingkungan
  6. Kesehatan ikan
  7. Pemantauan ikan
  8. Pemanenan
  9. Subsistem penanganan pasca panen dan pemasaran
  10. Meningkatkan mutu produk
  11. Distribusi produk dan
  12. Pelayanan (servis) terhadap konsumen
  13. Subsistem pendukung
  • Aspek hukum (UU dan kebijakan )
  • Aspek keuangan (pembiayaan/kredit,pembayaran)
  • Aspek kelembagaan (organisasi perusahaan, asosiasi, koperasi, perebankan, lembaga birokrasi, lembaga riset, dan pengembngan

Contoh komoditas akuakultur payau adalah :

  • Ikan nila ( Oreochromis niloticus )
  • Ikan kakap putih ( Lates calcarifer )
  • Ikan bandeng ( chanos chanos )
  • Udang windu ( Paneos monodon )
  • Udang vanamei ( Litopaneus vannamei)
  • Udang biru ( Panaeus stylostris )
  • Udang putih ( Panaeus japonicus )
  • Udang galah crobrach tawar ( Macrobrachium rasenbergit )
  • Udang cerax ( Cherax sp )
  • Udang lobster ( Homarus sp )
  • Kepiting bakau ( Scylla serrata )

Komoditas air payau : udang windu dan bandeng.

Pemilihan spesies untuk akuakultur didasarkan kepada pertimbangan karakteristik biologi, dan pasar serta sosial ekonomi.

1. Pertimbangan biologi

Meliputi reproduksi, fisiologi, tingkah laku, morfologi, ekologi dan distibusi biota yang akan dikembangkan sebagai komoditas akuakultur. Beberapa pertimbangan biologitersebut adalah :

a. Kemampuan memijah dalam lingkungan bubidaya dan memijah secara buatan

b. Ukuran dan umur pertama kali matang gonad

c. Fekunditas

d. Laju pertumbuhan dan produksi

e. Tingkat trofik

f. Toleransi terhadap kualitas air dan daya adaptasi

g. Ketahanan terhadap stres dan penyakit

h. Kemampuan mengonsumsi pakan buatan

i. Konversi pakan

j. Toleransi terhadap penanganan

k. Dampak terhadap limgkungan

2. Pertimbangan eknomi dan pasar

Pertimbangan ekonomi dan pasar lebih penting daripada pertimbangan biologi dalam memilih spesies untuk dikulturkan. Pertimbangan ekonomi dan pasar dalam memilih spesies mencakup beberapa hal, antara lain :

a. Permintaan pasar

b. Harga dan keuntungan

c. Sitem pemasaran (marketing)

d. Ketersediaan sarana dan prasarana produksi dan

e. Pendapatan masyarakat

2 Komentar

Subandrio panjue

pada : 25 September 2012


"good luck"


siti hajar

pada : 09 May 2013


"mau ikud belajar banyak boleh??"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    827.742