Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Mengenal Jenis Ikan Baung

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 18 October 2011
di Perikanan - 2 komentar

Baung merupakan kelompok ikan berkumis ( catfish ) dari yang berukuran 15 cm hingga 75 cm. Di Indonesia terdapat lebih dari 7 jenis ikan baung, di antaranya Mystus guilo, Mystus microcanthus, Mystus nigriceps, Mystus wycki, Mystus wolffi, Mystus nemurus, dan Mysetus planiceps.

  • Tagih ( Mystus nemurus )

Mempunyai berbagai nama daerah, di antaranya sego, bawon, geso, baung, senggal, singgah, niken, siken, batu, baceman.

Tumbuh hingga 65 cm dengan berat hingga 6 kg. Ikan dewasa mempunyai warna cerah kemerahan pada sirip – siripnya. Sungut ada 4 pasang.

Status konservasi tidak tercatat. Distribusi dan habitat di alam terdapat di Indocina, Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Malaysia. Ikan ini hidup di sungai – sungai besar. Saat banjir akan melimpah keberadaannya. Ikan baung biasa beruaya ( migrasi ) dari hulu ke hilir dan sebaliknya untuk memijah dan mencari makan.

Merupakan ikan benthopelagik, berada di hampir semua massa air. Melihat adanya sungut, daerah dasar tetap menjadi prioritasnya. Ikan baung termasuk ikan omnivora dan cenderung ikan karnivora dengan memakan larva serangga air, ikan, udang serta serasah ( onggokan bahan organik di dasar perairan ). Waktu penggandaan populasi sekitar 1,4 – 4,4 tahun. Terdapat juga di air payau dekat muara sungai.

Ikan baung melimpah di sungai – sungai besar, dijual di pasar – pasar tradisional terutama saat musim hujan. Ikan tagih menjadi pancingan favorit di beberapa daerah. 

  • Lundu (Mystus gulio )

Mempunyai nama lokal diantaranya manyung, geting, sengkiran. Ikan ini tumbuh hingga 40 cm dengan berat maksimal 1 kg. Mempunyai sungut 4 pasang.

Status konservasi tidak tercatat. Distribusi dan habitat di alam terdapat di Indocina, India, Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Malaysia.

Biasa hidup di sekitar muara sungai tetapi lebih banyak di bagian air tawar. Termasuk ikan dasar dan suka hidup di substrat pasir dan lumpur dibanding daerah bebatuan. Waktu penggandaan populasi sekitar 1,4 – 4,4 tahun. Jumlah telur yang dihasilkan kurang dari 10.000 butir. Jarang ditemukan di sungai kecil. Ikan ini sering hidup bergerombol 10 – 25 ekor.

Ikan lundu kadang dijual di pasar tradisional dengan harga murah. Karena kecil, maka sering dilepas lagi bila terpancing. Lundu dijual di pasar – pasar tradisional terutama saat musim hujan, bercampur dengan jenis ikan baung lainnya.

  • Keting ( Mystus nigriceps )

Mempunyai nama lokal, diantaranya rerigim enting, keteng. Tumbuh sampai 20 cm, mungkin merupakan ikan baung terkecil. Mempunyai sungut 4 pasang.

Status konservasi tidak tercatat. Distribusi dan habitat di alam terdapat di Indocina, India, Vietnam, Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Malaysia.

Hanya hidup di air tawar, jauh dari air laut dan muara sungai. Populasinya melimpah saat hujan.

Ikan ini juga dijual sebagai ikan konsumsi dengan harga murah. Karena berukuran kecil sering dilepas lagi bila terpancing. Di Indonesia ikan ini hidup di sungai – sungai, jarang terdapat di danau atau di air menggenang lainnya.

  • Jatisa ( Mystus wyckii )

Disebut juga sebagai ikan baung, hinur, dan jatisa. Merupakan jenis baung terbesar di Indonesia karena dapat tumbuh sampai 75 cm.

Status konservasi tidak tercatat. Distribusi dan habitat di alam terdapat di Indocina, Kalimantan, Sumatra dan Malaysia. Tidak terdapat di Jawa.

Ikan ini hanya hidup di sungai – sungai besar. Bila banjir maka akan melimpah keberadaannya. Baung jenis ini biasa beruaya ( migrasi ) dari hulu ke hilir dan sebaliknya untuk memijah dan mencari makan. Ikan ini menjadi pancingan favorit di Kalimantan dan Sumatra.

Ikan baung termasuk ikan omnivoran dan cenderung karnivora dengan memakan larva serangga air, ikan, udang, serta serasah ( onggokan bahan organik di dasar perairan ). Waktu penggandaan populasi sekitar 1,4 – 4,4 tahun.

Ikan ini berguna sebagi ikan konsumsi dan terget memancing. 

  • Senggaringin ( Mystus planiceps )

Mempunyai banyak nama lokal, seperti bawon, baung, senggal, baung kuning, sengat, kalibere. Ikan ini dapat tumbuh hingga 33 cm. Mempunyai sungut 4 pasang.

Ststus konservasi tidak tercatat. Distribusi dan habitat di alam terdapat di Indocina, India, Vietnam, Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Malaysia.

Ikan ini hanya hiddup di air tawar, jauh dari air laut dan muara sungai. Populasinya melimpah saat ari hujan. Lebih suka hidup di air mengalir daripada air menggenang.

Merupakan ikan konsumsi dengan harga murah, bahkan sering menjadi ikan runcah. Karena kecil, maka sering dilepas lagi bila terpancing. Ikan kecil ini kafang – kadang juga dijual di pasar ikan hias.

2 Komentar

nuzulul

pada : 18 October 2011


"kayak lele.."


Bagus Rizki Novianto

pada : 18 October 2011


"iya, emang gologngan catfish jadi mirip sama lele"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    795.708