Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Protein Pada Ikan

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 20 October 2011
di Bahan Kuliah - 0 komentar

PROTEIN:

  senyawa organik kompleks tersusun atas asam amino yang mengandung unsur C (carbon), H (hidrogen), O (oksigen) dan N (nitrogen) yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat

Fungsi:

1.zat pembangun

  (membentuk jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak; proses reproduksi)

2.zat pengatur

  (pembentukan enzim, hormon –mengatur proses-proses metabolisme dalam tubuh)

3.zat pembakar

  (sumber energi disamping karbohidrat / lemak)

Pakan buatan untuk larva penting sebagai substitusi pakan alami untuk meningkatkan produksi benih yang digunakan dalam budidaya dan meningkatkan kualitas benih
Secara umum, protein dengan komposisi asam amino yang sama dengan tubuh ikan mempunyai nilai nutrisi yang tinggi àpembuatan pakan dapat diformulasi dari beberapa sumber protein untuk mensimulasi komposisi asam amino yang sesuai dengan asam amino tubuh ikan
oAsam Amino Esensial:
-sangat dibutuhkan oleh ikan dalam pertumbuhannya
-tidak dapat dibentuk / disintesis oleh ikan
-harus tersedia dalam pakan 
oAsam Amino Non-esensial:
-dapat disintesis dalam tubuh ikan sendiri
-dengan bantuan unsur-unsur lain dalam tubuh ikan
oKebutuhan ikan akan protein bergantung pada:

1. Ukuran ikan

2.Jumlah / kuantitas pakan yang dimakan ikan

3.Ketersediaan dan kualitas pakan alami

4. Kualitas protein

5.Suhu air kultur

 

oJenis ikan karnivora membutuhkan tingkat protein yang lebih tinggi dibandingkan ikan herbivora
oIkan pada stadia larva membutuhkan tingkat  protein yang lebih tinggi dibandingkan ikan dewasa
oTingkat protein optimum dalam pakan untuk pertumbuhan ikan berkisar 25 –50%.
oTingkat protein untuk ikan laut lebih tinggi (40 –50%) (berat kering) untuk pertumbuhan yang optimal.
oKeseimbangan protein penting dalam formulasi pakan karena berperan besar dalam survival , pertumbuhan, serta ketahanan tubuh ikan, terutama pada stadia larva.

Protein dapat diklasifikasikan penggolongannya berdasarkan  bentuk, struktur tiga dimensi, serta penggolongan lainnya.

Berdasarkan bentuk protein dibagi menjadi dua golongan  yaitu protein globular dan protein serabut. 

Protein globular adalah protein yang rantai-rantai polipeptidanya berlipat rapat-rapat menjadi bentuk globular atau bulat yang padat atau berbentuk bola. Jenis protein ini biasanya larut dalam sistem larutan (air) dan segera berdifusi dan mempunyai fungsi gerak atau dinamik.

Beberapa contoh dari protein globular antara lain enzim, protein transport pada darah, hormon protein, protein pecahan serum darah, antibodi, dan protein penyimpan nutrien. 

Protein serabut adalah protein yang tidak larut dalam air dan merupakan molekul serabut panjang dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu dan tidak berlipat menjadi globular. Protein globular ini terdiri dari suatu rantai panjang polypeptide. Protein ini biasanya memberikan peranan struktural atau pelindung. 

Beberapa contoh protein serabut antara lain collagen, yang ditemukan dalam tulang rawan, pembuluh darah, matriks tulang, urat daging, sirip dan kulit; elastins. ikatan sendi; dan keratins, di mana protein jenis ini bersifat melindungi seperti kulit

Metabolisme Asam  Amino 

Metabolisme asam amino meliputi sintesis dan pemecahan protein

Protein dalam pakan pertama kali dicerna didalam lambung dan asam klorida yang terdapat dalam lambung akan memberikan medium asam yang dapat mengaktivasi pepsin dan renin untuk membantu mencerna protein. 

Pepsin memecah protein dalam gugus yang lebih sederhana yaitu protease dan pepton dan akhirnya akan dipecah menjadi asam amino. Protein kemudian diserap ke dalam usus dalam bentuk asam amino.

Metabolisme asam amino umumnya dapat terjadi dalam tiga lintasan, yaitu 2 lintasan proses katabolisme asam amino yang merupakan proes degradasi dan glukoneogenesis, serta satu lintasan proses anabolisme asam amino yang merupakan proses sintesa protein.

Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan optimal ikan muda. Di samping berperan dalam sintesia protein, arginin juga berperan dalam biosintesis urea.

Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Histidin diperlukan untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. 

Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati.

Defisiensi lisin dalam pakan ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis), yang apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan.

Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin, urea, dan amonia. Ketika terjadi degradasi arginin, maka penggunaan lisin akan meningkat.

Metionin (essensial) dan sistein (nonessensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal.

Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna.

Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa bahan makanan sumber protein nabati.

Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout.

Fenil alanin (essensial) dan tirosin (nonessensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip sehingga keduanya bisa saling menggantikan.

Fenil alanin dan tirosin diklasifikasikan sebagai asam amino aromatik. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan.

Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi  tirosin atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yang diperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut.

Triptofan merupakan asam amino pembatas dalam bahan makanan sumber protein nabati.

Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor, kerusakan pada operculum insang, dan katarak pada mata, meningkatkan kadar kalsium, magnesium, sodium, dan potasium dalam ginjal dan hati ikan.

METABOLISME PROTEIN

 

oKatabolisme Protein
-Metabolisme Asam Amino
-Katabolisme Asam Amino
-Biosintesis Asam Amino
-Produk Khusus
oSintesis Protein
-Proses Replikasi
-Proses Transkripsi
-Proses Translasi

 

FUNGSI PROTEIN

 

oStruktural
oKatalitik
oTransport
oKeseimbangan asam basa cairan tubuh
oSistem pertahanan tubuh
oPengendalian metabolisme (hormon)

 

PROTEIN :

oPolimer asam amino (polipeptida)
oMengandung 4 kalori per gram
oBanyak protein dapat disintesis tubuh, beberapa harus tersedia dalam jumlah cukup

PENCERNAAN + ABSORBSI 

oProtein tidak diserap
oProtein menjadi asam amino, di, tripeptida
oEnsim pencernaan (protease) :

   pepsin (lambung) tripsin, chymotripsin, carboxypeptidase (pankreas)

oVilli usus halus + peptidase :

    hidrolisa lebih lanjut jadi asam amino bebas, peptida kecil masuk kedarah          

 

METABOLISME
ASAM AMINO

 

oMetabolisme Asam Amino
-Katabolisme Asam Amino
-Katabolisme Atom N
-Transaminasi
-Deaminasi Oksidatif
-Pembentukan & Transport NH3
-Siklus Urea & Gangguannya
-Katabolisme Atom C
-Biosintesis Asam Amino

 

-Produk Khusus

 

KESEIMBANGAN NITROGEN

oN positif (sintesis > katabolisme)

   mis. pertumbuhan, penyembuhan,hamil

oN seimbang (sintesis = katabolisme)

   mis. dewasa normal, sehat

oN negatif (sintesis < katabolisme)

   mis. kelaparan, sakit

 

KATABOLISME ATOM N 

 

oTransaminasi
oDeaminasi oksidatif
oProduksi dan transport amonia (NH3)
oSiklus urea
oUreotelik : mamalia --> urea
oSINTESIS  PROTEIN
nProses Replikasi
nProses Transkripsi
nProses Translasi
pTahap Inisiasi
pTahap Elongasi
pTahap Terminasi
pAntibiotik yang mempengaruhi proses sintesis protein

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    827.749