Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Kebutuhan Mineral Pada Ikan

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 20 October 2011
di Bahan Kuliah - 1 komentar

MINERAL

 

Mineral merupakan bahan anorganik yang dibutuhkan oleh ikan untuk pembentukan jaringan tubuh, proses metabolisme serta mempertahankan keseimbangan osmotis dan untuk proses pertumbuhan normal ikan.
Ikan dapat mengabsorpsi beberapa mineral, tidak hanya mineral yang berasal dari pakan tetapi juga berasal dari lingkungan aquatic.  

 

 

Calsium (Ca), magnesium (Mg), sodium (Na), potassium (K), iron (Fe), zinc (Zn), copper (Cu), dan selenium (Se) merupakan mineral yang pada umumnya diperoleh dari air untuk memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi ikan. 
Phosphat dan Sulfat lebih efektif bila diperoleh dari pakan. 

 

Peranan Mineral:

  • menyusun struktur rangka,
  • transfer elektron,
  • regulasi keseimbangan asam basa dan osmoregulasi.
  • komponen penting dari hormon dan enzim, serta aktivitas enzim. 
  • Elektrolit Na+, K+, Mg 2+ Ca 2+ , Cl- dan HCO3-  berperan utama dalam osmotic dan regulasi ionik dari cairan extra dan intracellular pada ikan.

Calcium

Calcium berperanan penting untuk

  • perkembangan dan pemeliharaan system skeletal dan berperan dalam beberapa proses fisiologis,
  • kontraksi otot,
  • pembekuan darah,
  • transmisi impuls saraf ,
  • mempertahankan integritas sel dan keseimbangan asam-basa
  • aktivasi dari beberapa enzim,
  • pembentukan tulang dan kartilago

Ikan dapat mengabsorpsi calcium secara  langsung dari lingkungannya. Pengambilan calcium melalui insang, sirip dan epithelium mulut. Insang memegang peranan penting dalam regulasi calcium. Kebutuhan calcium pada ikan berkisar antara 5 gram/kg pakan

Phosphor

Phosphor penting dalam :

  • penyusunan tulang, asam nukleat dan membran sel serta dalam reaksi seluler.
  • metabolisme karbohidrat, lipid dan asam amino
  • sebagai buffer dalam cairan tubuh. 
  • Pakan merupakan sumber utama phosphat untuk ikan karena konsentrasi phosphat rendah dalam air. 

Defisiensi phosphor pada ikan menyebabkan

  • pertumbuhan lambat,
  • penurunan efisiensi pakan
  • hambatan mineralisasi pada tulang.
  • peningkatan aktivitas enzim gluconeogenic di hati,
  • peningkatan lemak karkas dengan penurunan kandungan air karkas,
  • penurunan level phosphate darah,
  • deformitas kepala dan deformitas vertebrae.  

 

Intake phosphor yang rendah juga dapat meningkatkan aktivitas serum alkaline phosphatase, peningkatan deposisi lipid di otot, hati dan vertebrae penurunan kandungan glikogen di hati. Kebutuhan phosphor berkisar antara 7 gram/kg pakan

 

Magnesium

 

Magnesium berperan sebagai co-factor enzyme dalam metabolisme lemak, karbohidrat dan protein.  Defisiensi magnesium menyebabkan penurunan nafsu makan, hambatan pertumbuhan, tetany.  Kebutuhan untuk ikan : 500 mg/kg pakan.

 

Sodium

Peranan sodium:

  • terutama sebagai kation monovalent antar cairan cellular,
  • keseimbangan asam basa dan osmoregulasi.
  • Kebutuhan: 1-3 g/kg pakan

Potassium

Peranan Potassium terutama sebagai kation monovalent dalam cairan cellular, saraf dan osmoregulasi. Kebutuhan: 1-3 g/kg pakan

Sulphur

Merupakan bagian integral dari sulphur amino acids dan collagen, detoksifikasi. Kebutuhan: 3-5g/kg pakan.

Chlorine

 

  • Terutama sebagai anion monovalent dalam cairan cellular;
  • komponen dari pencernaan (HCl),
  • keseimbangan asam basa.
  • Kebutuhan: 1-5 g/kg pakan

 

 

Fe (Iron)

 

  • Merupakan bagian essensiil dari haeme dalam haemoglobin, cytochromes, peroxidase. 
  • Defisiensi Fe: microcytic, hypochromic anaemia .
  • Kebutuhan: 0,15 – 0,17 gram/kg pakan

 

 

Copper

  • Merupakan komponen haeme dalam haemocyanin (pada cephalopods)
  • co-factor pada tyrosinase dan ascorbic acid oxidase.
  • Kebutuhan: 1-4 g/kg pakan

Manganese

  • Co-factor untuk arginase dan enzyme metabolic 
  • pembentukan tulang
  • regenerasi erythrocyte.
  • Kebutuhan: 20 – 50 mg/kg pakan

Cobalt

  • Merupakan komponen dari cyanocobalamin (B12)
  • mencegah anaemia.
  • Kebutuhan: 5-10 mg/kg pakan

Zinc

  • Essensiil untuk struktur dan fungsi  insulin;
  • co-factor dari carbonic anhydrase.
  • Defisiensi Zn:
  • meningkatkan mortalitas,
  • cataracts pada mata
  • erosi pada sirip dan kulit.
  • Kebutuhan: 30-100 mg/kg pakan
Iodine

 

  • Merupakan unsur pokok dari  thyroxine; regulasi penggunaan oxygen.
  • Defisiensi: Thyroid hyperplasia (goiter).
  • Kebutuhan: 100-300 mg/kg pakan

 

1 Komentar

Ahazia Tampa

pada : 29 March 2013


"jenis mineral lainya sprti vanadium (V), seleniun (Se), Sn, As..??"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    827.746