Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Peran Penyuluhan Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan di Daerah Sedati

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 19 October 2012
di Bahan Kuliah - 0 komentar

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Tinjauan Pustaka

1.1.   Pentingnya Penyuluhan

Suatu masyarakat tidak dapat maju dengan sendirinya tanpa adanya pembangunan. Pembangunan itu sendiri akan berlangsung bila masyarakat telah dapat lepas dari problema kehldupan yang dihadapi. Sebagian besar masyarakat memiliki· persoalan kehidupan yang spesifik.

Petani ikan dan nelayan memiliki persoalan kehidupan yang khas, yang umumnya masih berkutat dengan persoalan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan. Dengan semakin berkembangnya inovasi dan teknologi di bidang peri kanan, maka diperlukan sebuah kegiatan untuk melakukan perubahan-perubahan kepada masyarakat untuk mengatasi isu yang dihadapi terlebih dahulu.

Guna melaksanakan perubahan tersebut, diperlukan kegiatan penyuluhan yang merupakan wahana untuk melakukan perubahan. Penyuluhan sangat diperlukan dalam pengembangan masyarakat tani dan nelayan agar masyarakat mampu mandiri.

 

1.2.   Definisi Penyuluhan

Penyuluhan berasal dari kata suluh yang berarti obor. Dalam hal ini tentu dimaksudkan untuk memberikan informasi, wawasan, pengetahuan, ketrampilan, teknologi, dan lain – lain kepaada seseorang atau masyarakat untuk menjadi tahu atau lebih tahu.

Menurut Claar Et al, mengartikan penyuluhan sebagai jenis pendidikan pemecahan masalah yang berorientasi pada tindakan yang mengajarkan sesuatu, mendemonstrasikan, memotivasi, tapi tidak melakukan pengaturan dan juga tidak melaksanakan program yang bersifat non-edukatif.

Dalam konteks yang ada di Indonesia, terutama dalam bidang pertanian, definisi yang diberikan oleh Samsudin mungkin lebih sesuai, yakni sebagai suatu usaha pendidikan non formal yang dimaksudkan untuk mengajak orang sadar dan mau melaksanakan ide – ide baru, dengan tanpa adanya pemaksaan. Adapun Sayogo menyebutkan bahwa penyuluhan adalah suatu proses untuk memberikan penerangan kepada masyarakat tentang segala sesuatu yang belum diketahuinya dengan jelas untuk dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produksi dan pendapatan yang ingin dicapai melalui suatu kegiatan. Lebih lanjut menurutnya harus menggunakan falsafah tiga, yaitu teach, truth dan trust, yakni pendidikan, kebenarana dan kepercayaan.

Secara terurai Mardikanto menyebutkan bahwa penyuluhan dapat dipahami sebagai lima proses, yakni sebagai proses penyebaran informasi, proses penerangan, proses perubahan perilaku, proses pendidikan dan proses rekayasa sosial. Sehingga dalam penyuluhan perikanan, untuk menafsirkannya dapat dilihat berdasarkan konteks permasalahan atau materi yang sedang dibahas.

 

1.3.   Metode Penyuluhan

Terdapat tiga metode penyuluhan yang dapat digunakan dalam pelaksanaan program penyuluhan yaitu:

a)      Pendekatan perorangan, misalnya kegiatan kunjungan perorangan, konsultasi ke rumah, penggunaann surat atau telpon, dan magang.

b)      Pendekatan kelompok, misalnya kursus tani-nelayan, demonstrasi cara atau hasil, kunjungan kelompak, karyawisata, diskusi kelompok, ceramah, pertunjukan film, slide, karyawisata, penyebaran brosur, buletin, folder, liptan, asah terampil, sarasehan, rembug utama atau madya, temu wicara, temu usaha, temu karya, temu lapang dll.

c)      Pendekatan massal seperti pameran, Pekan Nasional (Penas), Pekan Daerah (Peda), Pertunjukan film atau wayang, drama, penyebaran pesan melalui Siaran radio, televisi, surat kabar, selebaran atau majalah, pemasangan poster atau spanduk dan sebagainya.

Metode pendekatan penyuluhan dapat bersifat persuasif, edukatif, komunikatif, akomodatif dan fasilitatif.

  • Persuasif

Mampu meyakinkan khalayak yang disuluh, sehingga mereka merasa tertarik terhadap hal – hal yang disampaikan

  • Edukatif

Penyuluh perikanan harus bersikap dan berperilaku sebagai pendidik dengan penuh kesabaran dan ketekunan membimbing masyaarakat

  • Komunikatif

Penyuluh perikanan harus mampu berkomunikasi dan menciptakan iklim serta suasan sedemikian rupa sehingga tercipta suasana yang akrab, terbuka serta timbal balik.

  • Akomodatif

Saat diajukannya permasalahan di bidang perikanan oleh masyarakat, penyuluh perikanan harus mampu mengakomodasikan, menampung, dan memberikan pemecahannya dengan sikap dan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh khalayak yang disuluh.

  • Fasilitatif

Penyuluh perikanan harus mampu memanfaatkan jejaring kerja penyuluhan perikanan untuk menghubungkan antara khalayak yang disuluh dengan pihak yang lain seperti sumer informasi, akses pasar dan lain – lain.

 

1.4.   Materi Penyuluhan Perikanan

Materi penyuluhan dapat berupa salah satu atau lebih dari enam aspek yaitu :

  • Aspek Teknologi

Berupa penerapan IPTEK di bidang perikanan atau bidang lainnya untuk mengangkat produktivitas secara bertanggung jawab.

  • Aspek Manajemen

Penerapan manajemen yang baik dalam rangka efektifitas dan efisiensi untuk meningkatkan kinerja usaha perikanan.

  • Aspek Ekonomi

Pemanfaatan sumber daya ekonomi yang meliputi antara lain penyediaan modal, saran produksi, informasi potensi sumber daya, informasi prospek dan peluang usaha atau jaringan pasar yang diperlukan untuk mengembangkan.

  • Aspek Ekologis

Pemahaman dan kesadaran tentang arti penting kelestarian sumber daya alam agar usaha atau kegiatannya dapat berkelanjutan dan menjadi lebih baik pada masa yang akan datang, serta tidak merugikan masyarakat dan lingkungannya.

  • Aspek Sosial dan Budaya

Pengembangan kondisi sosial dan kesadaran kultural untuk meningkatkan kemampuan dalam menyalurkan aspirasi serta mengembangkan harkat kemanusiaan dan kesejahteraannya, dengan mempertimbangkan adat positif setempat.

  • Aspek Hukum

Pemberian informasi tentang peraturan perundang – undangan sehingga khalayak yang disuluh menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara khususnya yang terkait dengan bidang perikanan

 

1.5.   Pengertian Minapolitan

Minapolitan adalah strategi pembangunan perikanan berbasis kawasan. Program ini adalah program untuk memajukan perikanan yang ada di Indonesia. Dengan adanya program ini diharapkan agar sistem perikanan di Indonesia dapat maju pesat yang nantinya diharapkan menjadi produsen ikan terbesar di dunia.

Kegiatannya mulai dari fasilitasi, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, teknologi, pembiayaan, serta pemasaran produk perikanan dan kelautan

1.6.   Keuntungan Kawasan Minapolitan

Kawasan minapolitan merupakan program dari pemerintah. Tentunya, pembentukan kawasan ini memiliki manfaat dan keuntungan bagi dunia perikanan yaitu dengan adanya kawasan minapolitan maka:

  • Akan terbentuk keterkaitan kemakmuran antara wilayah – sinergis dan saling memperkuat sehingga nilai tambah yang diperoleh akan terbagi secara adil dan proporsional berdasarkan atas potensi sumber dayanya.
  • Akan terciptanya pembangunan yang berimbang secara spatial – secara makro akan menjadi prasyarat bagi tumbuhnya perekonomian nasional yang lebih efisien, berkeadilan dan berkelanjutan.
  • Akan terciptanya pertumbuhan yang seoptimal mungkin dari potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah sesuai dengan kapasitasnya.

Untuk file lengkapnya dapat di download disini

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    820.810