Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Pemetaan Wilayah Pesisir dan Laut di Lamongan

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 20 October 2012
di Bahan Kuliah - 1 komentar

Usaha penangkapan ikan laut di Kabupaten Lamongan terpusat di p erairan Laut Jawa pada wilayah Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran yang memiliki 5 (lima) Tempat Pendaratan Ikan (TPI), yaitu mulai dari arah timur ke barat (Weru, Kranji, Brondong, Labuhan dan Lohgung). Dilihat dari produksinya  paling tinggi adalah P elabuhan Perikanan Nusantara Brondong yang mencapai kurang lebih 100 ton/hari, dibandingkan dengan keempat pangkalan pendaratan ikan yang lain yaitu Weru, Kranji, Labuhan dan Lohgung yang hanya mencapai 10 ton/hari. 

3.1. Jenis Alat Tangkap dan tipe Perahu 

Berdasarkan hasil survei diketahui jenis alat tangkap yang dioperasikan di Kabupaten Lamongan yaitu purse seine, payang, gillnet, tramel net, pancing prawe  dan lainnya. Alat tangkap yang dominan adalah alat tangkap payang karena pengoperasiannya sesual dengan kondisi di perairan laut utara Jawa, namun jika  dilihat dari nilai produktivitas yang tertinggi adalah alat tangkap purse seine. Namun alat tangkap yang mengalami peningkatan cukup tajam yaitu alat tangkap payang. Tipe ukuran kapal di wilayah Kecamatan Brondang dan Paciran rata-rata  memiliki kesamaan dan alat tangkap yang digunakan juga mempunyai kesamaan. Tipe kapal yang ada rata-rata adalah tipe perahu  ijo-ijo dengan bentuk dasar U. Selain perahu  ijo-ijo,  tipe yang lain adalah tipe purse seine. Disamping perahu ada juga sebagian kecil yang sudah menggunakan kapal motor dengan tipe skoci.  Jumlah fishing base yang terdapat di Kabupaten Lamongan ada 16 buah  lokasi, di Kecamatan Paciran ada 12 (dua belas) yaitu : di Desa Weru Lor, Sidokumpul, Weru, Paloh, Sidokelar, Kemantren, Banjarwati, Kranji, Tunggul,  Paciran, Kandang Semangkon, dan Blimbing. Sedangkan di Kecamatan Brondong ada 4 (empat) yaitu : Brondong, Sedayu Lawas, Labuhan, dan Lohgung. Dari  fishing base tersebut terdapat 5 (lima) fishing base yang juga merupakan pangkalan pendaratan ikan atau tempat pelelangan ikan, yaitu : Lohgung, Labuhan, Brondong, Kranji dan Weru. 

3.2. Fishing Ground (Daerah Penangkapan) 

Pada dasamya sumberdaya perikanan kususnnya perikanan tangkap bersifat common property  dan  open acces,  sehingga nelayan dapat menangkap di daerah manapun. Namun setelah adanya otonomi daerah, maka daerah penangkapan  semakin sempit. Nelayan antar daerah saling tidak memperbolehkan melakukan operasi penangkapan di wilayah 4 mil pada masing-masing daerahnya. Adanya  pelanggaran-pelanggaran yang terjadi diantara kedua kelompok nelayan tersebut  seringkali memicu terjadinya konflik sosial. Padahal model pengkaflingan laut  seperti hal diatas, bukan sebuali pilihan ideal sebagai altematif penterjemahan dan aturan yang ada pada Undang-Undang Otonomi Daerah Secara umum nelayan berpendapat bahwa mereka berhak menangkap  kemana saja dan memberikan kebebasan pada nelayan lainnya yang menangkap di   daerahnya selama mereka mentaati peraturan yang ada termasuk di dalamnya alat yang digunakan haruslah sama karena bagi nelayan, laut adalah milik bersama. Pada  kenyataannya daerah operasi penangkapan nelayan Kabupaten Lemongan hanya berkisar pada wilayah kurang dari 4 mil, kecuali beberapa alat tangkap seperti purse seine, payang dan pancing prawe.

3.3. Terumbu karang dan Padang Lamun 

Vegetasi Mangrove 

Vegetasi mangrove yang merupakan salah satu unsur kawasan lindung  mempunyai peranan yang cukup penting pada kawasan pertambakan. Karena hutan mangrove disamping berfungsi sebagai daerah penyangga (filter terhadap mikroorganisme penyebab penyakit pada udang atau ikan yang dibawa oleh melalui  air, perangkap sedimen dan penyerap bahan pencemar), juga merupakan daerah asuhan {nursery ground) bagi anak ikan dan udang. Hutan mangrove banyak tumbuh di pantai, terutama pada tebing kiri kanan sungai dan sepanjang pantai. Hasil pengamatan terhadap hutan mangrove di daerah Kabupaten Lamongan menunjukkan adanya perubahan yang sangat memprihatinkan  karena adanya penebangan hutan mangrove untuk pembukaan lahan tambak baru di  kawasan hutan mangrove, di lokasi Desa Labuhan. Upaya reboisasi juga belum  diikuti oleh masyarakat secara mandiri untLik menjaga kelestarian mangrove.  Total luas sebaran mangrove di Kabupaten Lamongan adalah 22,2 ha.  Adapun Jenis vegetasi mangrove yang dominan tumbuh di wilayah pesisir  Kabupaten Lamongan adalah: Avicenia sp; Rhizophora sp; dan Bruguiera sp.

Terumbu karang 

Ekosistem terumbu karang mempunyai manfaat yang bermacam-macam, disamping menunjang produksi perikanan, Secara alami keberadaan terumbu karang dapat melindungi pantai dari baliaya abrasi. Demikian pula break water alami ini juga berfungsi untuk melindungi back reef dari gelombang besar. Produktifitas perikanan di ekosistem terumbu karang atau di perairan terumbu karang sangat tinggi, sehingga memungkinkan perairan ini merupakan tempat pemijahan (spawning ground), pengasuhan (nursery ground), mencari makan (feeding ground) dari kebanyakan ikan.  Pengamatan yang dilakukan di perairan utara Kabupaten Lamongan terdapat  terumbu karang di 3 (tiga) lokasi yaitu : Desa Tunggul, Desa Kemantren, dan  Kandang Semangkon, dengan luas total kurang lebih 11,5 km2. Penanaman terumbu karang buatan pada tiga lokasi tersebut tidak menunjukkan pertumbuhan, dalam tiga  tahun terakhir yang tumbuh hanya tritip dan lumut. Oleh karenanya terumbu karang  yang ada hams benar-benar dilindungi keberadaanya.  Padang Lamun Lamun (seagras) adalah tumbuhan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri untuk hidup di bawah permukaan air laut. Lamun hidup di perairan dangkal agak berpasir, soring juga dijumpai di ekosistem terumbu karang. Sama halnya dengan rerumputan di daratan, lamun juga membentuk padang yang luas dan lebat di dasar laut yang masih terjangkau oleh cahaya matahari dengan tingkat energi cahaya yang memadai bagi pertumbuhannya. Padang lamun soring  terdapat di porairan laut antara hutan mangrove dan terumbu karang. Hasil pengamatan lapang menunjukkan keadaan lamun masih cukup baik dan berada di   depan sekitar terumbu karang pada tiga lokasi yang tersebut.

3.4. Musim Penangkapan dan Jenis Hasil Tangkapan 

Kemunculan ikan diperairan diharapkan dapat terjadi sepanjang tahun, tetapi  saat yang pasti mengenai kemunculan tersebut masih belum diketahui dengan tepat.Apabila dikaitkan hubungan antara musim penangkapan dengan daerah  Fishing Ground, maka hal ini belum dapat diketahui dengan pasti. Namun adanya suatu kemungkinan yaitu ada pola migrasi ikan di Laut Jawa sepanjang tahun. Hal ini dikarenakan karakteristik hidroklimatologi Laut Jawa sangat dipengaruhi oleh adanya dua angin musim, yaitu angin musim barat dan angin musim timur, dimana  kedua angin musim tersebut menyebabkan timbulnya perubalian yang sangat nyata pada pola arah dan kecepatan arus, salinitas serta produktivitas primer dari perairan Laut Jawa. Produksi hasil tangkapan perikanan di wilayah Kabupaten Lamongan, Laut utara Jawa Timur sebagai berikut : 

1.  Produksi ikan permukaan didominasi oleh jenis ikan layang, yaitu mencapai 24,48 %, produksi ikan dasar di dominasi oleh  ikan Kuningan sebesar 20,55 %,  produksi ikan karang di dominasi oleh ikan bambangan sebesar 3,52%, produksi  cumi-cumi sangat rendah yaitu: sebesar 0,74%, begitu pula untuk produksi  udang yang mencapai 0,28%.  

2.  Komposisi produksi ikan-ikan permukaan (pelagis) mencapai 51,14% yang  tidak jauh beda dengan produksi ikan dasar (demersal), sehingga aktifitas dan  lapangan kerja usaha perikanan pelagis dan demersal di perairan Laut Jawa  keduanya memegang peranan penting terhadap perolehan produksi ikan,  lapangan kerja dan pendapatan nelayan. 

3.  Berdasarkan tingkat harga yang diperoleh dari perbandingan komposisi nilai ikan dengan berat ikan maka diperoleh urutan dari jenis ikan termahal sampai termurah, yaitu udang = 7,04; ikan karang konsumsi = 3,84; cumi-cumi = 2,35; ikan pelagis = 1,16; ikan demersal == 0,48. Namun tidak menutup kemungkinan dari tingkat harga yang terendah salah satu jenis Ikan mempimyai harga yang tinggi. 

4.  Dengan tersedianya bahan baku industri, dari jenis ikan yang cukup, sekalipun  relatif bervariasi,  maka perikanan laut di wilayah Kabupaten Lamongan, Laut  Utara Jawa Timur menunjukkan tipe perikanan multi spesies yang sebenamya.  Kegiatan usaha pengolahan ikan skala industri belum berkembang, namun  lapangan kerja pengolahan ikan skala kecil cukup berkembang.

3.5. Status Pemanfaatan Perikanan Laut 

Berdasarkan data produksi dan trip alat tangkap dari data Laporan Tahunan Dinas Perikanan, Kelautan dan Petemakan Kabupaten Lamongan yang dianalis menggunakan pendekatan model Schaefer dan Fox, hasil perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut: 

1. Analisa model Schaefer 

-  Jumlah effort optimum yang mempertahankan stok ikan pada kondisi   keseimbangan (MSY : Maximum Sustainable Yield)  adalah 17.452  trip/tahun atau setara dengan 727 unit/tahun standarisasi alat tangkap purse seine. 

-  Jumlah hasil tangkap maksimum yang mempertahankan stok biomas pada  kondisi keseimbangan adalah 38.590 ton/tahun dengan hasil tangkap per unit usaha (CPUE : Catch per Unit E f f o r t } adalah 2,211 ton/unit/tahun.  

-  Berdasarkan pendekatan model Schaefer, maka dapat dikatakan bahwa stok biomass perairan utara Kabupaten Lamongan mengalami over fishing pada taliun 2002. 2. Analisa model Fox 

-  Jumlah effort optimum yang mempertahankan stok ikan pada kondisi   keseimbangan (MSY) adalah 21.048 trip/tahun atau 887  unit/ tahun standarisasi alat tangkap purse seine. 

-  Jumlah hasil tangkap maksimum yang mempertahankan stok biomass pada  kondisi keseimbangan adalah 39.152 ton/tahun dengan hasil tangkap per unit usaha (CPUE) adalah 1,860 ton/unit/tahun. 

-  Berdasarkan pendekatan model Fox, maka dapat dikatakan baliwa stok total biomas perairan utara Kabupaten Lamongan berada di titik kritis pada kondisi keseimbangan.  Berdasarkan kedua analisa tersebut di atas, maka diketahui bahwa pendekatan Schaefer dan Fox memberikan hasil yang hampir sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan kondisi perairan yang  over fishing maka apabila ada penambahan alat tangkap  (effort) lebih lanjut dalam jangka panjang akan mengakibatkan tidak hanya over fishing,  tetapi bahkan menyebabkan hilangnya potensi sumberdaya ikan. Sehingga paling tidak jumlali alat tangkap atau effort harus dipertahankan seperti sekarang atau bahkan diturunkan untuk sementara waktu agar stok biomass mampu melakukan pemulihan (recovery).

3.6. Sosial Ekonomi masyarakat Nelayan 

Jumlah rumah tangga perikanan tangkap mencapai 22.930 yang tesebar di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran. Tingkat pendidikan nelayan pada masing-masing daerah umumnya tergolong cukup yaitu: SD sampai  SMU. Kemudian dilihat pengalaman pekerjaan sebagai nelayan mulai dari 10 sampai kurang lebih 40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan  pekerjaan sebagai nelayan dalam usaha perikanan tangkap temyata sangat tinggi.  Perkembangan jumlah nelayan dari tahun 1996  - 2002 menunjukkan jumlah semakin meningkat. Hal ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai nelayan menjadi prioritas utama, khususnya di Kecamatan Brondong dan Paciran.

Sumber : Download File PDF

1 Komentar

eko mbarong

pada : 15 December 2012


"bagus"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    820.815