Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Mengenal Filum Cnidaria

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 21 October 2012
di Bahan Kuliah - 0 komentar

Semua anggota spesies yang termasuk dalam filum ini mempunyai sel penyengat yang disebut knidoblast. Karena mempunyai knidoblast maka filum ini disebut CNIDARIA. Knidoblas berisi racun dan benda seperti sengat yang disebut nematochis. Bila knidoblat tersentuh maka mematochis akan dijulurkan digunakan untuk menangkap dan melumpuhkan mangsanya mangsanya; disamping sebagai alat pertahanan terhadap serangan musuh.

Ciri-ciri umum :

  • Cnidaria à hewan yang mempunyai jelatang
  • Tubuh radial simetiris
  • Jika dipotong tubuhnya melalui sumbu tubuh maka akan mendapatkan beberapa bagian yang sama.
  • Dinding tubuh mempunyai lapisan sebagai berikut :
  • Epidermis / luar
  • Mesaglea / tengah à non seluler
  • Gestroderain / dalam : Karena fungsinya sebagai perut
  • Pada dinding tubuhnya (epidermis) didapatkan Nematocyst sebagai sel jelatang / penyengat.
  • Sistem saluran makanan Gastrovascular dan Mroaplit. Mulut juga berfungsi sebagai anus. Disekeliling mulut didapatkan tentakel. Gastrovascular adalah sistim saluran makanan yang disamping menerima juga mengedarkan makanan
  • Sistem saraf à Diffuse. Yaitu saraf tersusun dari anyaman dari sel saraf yang berkumpul membentuk anyaman.

Tubuh terdiri dari  dua lapisan sel-sel, ditengah-tengahnya terdapat mesoglea. Didalam mesoglea terdapat sel-sel, sehingga beberapa ahli biologi menganggap mesoglea sebagai lapisan yang ketiga. Tubuhnya berbentuk seperti tabung berongga dengan satu lubang di`ujungnya.

Makanan masuk melalui lubang (mulut) masuk ke rongga yang lebih dalam yang disebut rongga gastrovaskuler. Rongga ini juga disebut Coelenteron karena itu filum ini disebut juga Coelenterata. Ctenophora mempunyai gastrovaskuler sehingga dimasukkan ke dalam filum ini, tetapi Ctenophora tidak mempunyai knidoblast.

Semua alat tubuh (misalnya tentakel) tersusun dalam suatu lingkaran mengelilingi tubuh. Pola susunan yang demikian dikenal dengan nama simetris radial. Bila seekor hydra dibelah dari kepala (anterior) sampai ke ekor (posterior) melalui garis tengah, maka organisme ini akan terbagi dalam dua bagian bagian yang sama. Bandingkan dengan simetri bilateral dari seorang manusia. Belahan yang dibuat dari permukaan belakang (dorsal) kepermukaan depan (ventral) pada manusia akan membagi tubuh menjadi belahan kanan dan belahan kiri. Hewan simetri radial seperti knidaria tidak mempunyai permukaan dorsal maupun ventral, juga tidak mempunyai sisi kiri maupun kanan.

Telah diketahui kira-kira 9.500 spesies yang termasuk di dalam firum cnidaria ini. Sebagian besar hidup di laut dan beberapa spesies seperti hydra hidup di air tawar. Filum ini terdiri dari tiga kelas, yaitu : Hydrozoa, Schiphozoa dan Anthozoa.

1. Hydrozoa.

Hydra yang biasa kita jumpai di air tawar adalah anggota kelas ini. Hydra mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Hidup di air tawar
  • Tidak berkoloni
  • Hanya mempunyai satu bentuk tubuh yaitu polip.

Sebagian besar anggota kelas ini mempunyai bentuk tubuh yang ke dua, yaitu medusa. Medusa dapat melayang atau berenang bebas di dalam air. Bentuk medusa seperti polip yang terbalik. Ubur-ubur api (Physalia) termasuk di dalam Hydrozoa. Mematochisnya dapat mengeluarkan racun yang dapat mengakibatkan kematian manusia. Phisalia mempunyai kantung udara yang digunakan untuk mengapung pada kantung udara melekat berbagai macam polip.

2. Scyphozoa.

Contoh Scyphozoa adalah Aurelia (ubur-ubur kuping). Beberapa anggota kelas ini dapat dikatakan tidak mempunyai tahap polip karena ukurannya sangat kecil.

3. Anthozoa.

Anthozoa meliputi anemon laut dan hewan batu-batu karang. Organisme ini mempunyai hanya satu tahap yaitu polip. Hewan batu karang di daerah tropis dapat membentuk atol.

Klasifikasi :

Class Hydrozoa

  • Ordo Hydroidea contoh : Hydra, Obelia, Proboscidactyla
  • Ordo Hydroconallina contoh : Millepora, Stylantheca
  • Ordo Trachylina contoh : Tetraplatia, Linope, Solmaris
  • Ordo Siphonophera contoh Physalia Pelagea, Vellella, Porpita.

Class Scyphozoa

  • Ordo Discomedusae contoh : Aurelia (ubur-ubur)
  • Ordo Stavromedusae contoh : Haliclystus, Lucernaria
  • Ordo Cubomedusae contoh : Tamoyo
  • Ordo Coronatae contoh : Periphylla, Nausithoe, Linuche

Class Anthozoa / Zoantharia

Subclass Hexacorallia

  • Ordo Actiniaria contoh : Metridium (Anemone)
  • Ordo Madreporaria contoh : Aeropore, Fungia Meandrina
  • Ordo Antipathgaaria contoh : Antipathes (Akar bahar)
  • Ordo Zoanthidea contoh : Epizoanthus
  • Ordo ceriantheria contoh : Cerianthus

Subclass Octocorallia / Alcyonaria

  • Ordo Stolonifera contoh : Tubipora Musica, Clavularia, (karang sling)
  • Ordo Pennatulacea contoh : Pennidula Sulcata, Pennatula, Renilla (bulu laut)
  • Ordo Gorgonace contoh : Corallium Rubrom, Gorgonia, (karang merjan)
  • Ordo Telestacea contoh : Telesto
  • Ordo Alcyonacea contoh : Xenia, Alcyonium, Anthomastus
  • Ordo Coenothecalia contoh : Heliopora.

CARA PERGERAKAN HYDRA :

  • Gerakan seperti ulat kilan
  • Gerakan jungkir balik (gerak akrobatic)
  • Gerakan merayap
  • Gerakan ini yang dipergunakan adalah tentakel ada dibawah kemudian dengan tentakel ini hewan ini merayap.
  • Gerakan meluncur / main ski
  • Gerakan ini dilaksanakan sebagai aktifitas sel-sel epitellio muskuler bagian pangkal (basalt disc). Disamping itu juga dibantu oleh lapisan lendir.
  • Gerak mengapung di dalam air.
  • Gerak ikut arus aliran air.

CARA MAKAN HYDRA :

Makanannya terdiri dari :        - udang-udangan kecil

                                                - larva, insecta air

                                                - hean kecil lainnya

Caranya :

  • Makanannya ditangkap dengan tentakelnya
  • Mangsa ini dilumpuhkan / diracuni oleh mematocyst type Penetrant
  • Kemudian dijerat dan diikat oleh Mematocyst type valvent
  • Kemudian makanan dimasukkan ke dalam Enteron (rongga tubuh) dan kemudian dicernakan dalam rongga tubuh. Sisa makanan yang tidak dicerna dimuntahkan kembali (sebab mulut dan anus menjadi satu)

PERKEMBANG BIAKAN

Aseksual :

Dengan jalan membentuk kuncup / percabangan kuncup ini berasal dari sel-sel interstitial. Jika kuncup sudah cukup dewasa, maka akan memisahkan diri dari induknya (sebab hydra hidup soliter).

Seksual :

Hewan ini kebanyakan Hermaphrodite tetapi ada juga yang terpisah. Alat kelamin ini berasal dari sel interstitul yaitu pada sel epidermis. Testis dibentuk pada bagian tubuh dekat tentakel. Sel telur dibentuk berdekatan dengan bagian pangkal / kaki / basalt disc. Jika setelah terjadi pembuahan akan berbentuk zygot setelah zygot membelah akan membentuk blastula. Blastula dibungkus semacam cyste dan pada suatu saat akan menjadi hydra dan barulah type ini Diploblstic yaitu karena tali pernah membentuk lapisan muadermis sedang yang ada hanya lapisan entodiran dan ectodern.

Obleia à        Kelas Hydrozoa

                        Ordo Hydroidea

Ciri-ciri :

  • Berbentuk koloni
  • Besarnya + sebesar mulut kerucut, menggerambul
  • Didapatkan     - dipantai pada batu-batuan (melekat)

-          pada cangkuk Mullusca

  • Koloni ini terikat pada substrat dengan bantuan hydrorhizanya (akar)
  • Bentuk tubuhnya seperti batang yang bercabang-cabang yang disebut Hydrocaulis
  • Pada hydracaulis tumbuh 2 macam bentuk cabang (Palyp)
  • Hydrant
  • Gonangium
  • Hydrant :
  • Berfungsi :      - menangkap mangsa

-          mengurus makanan (vegetatif)

  • Ditandai dengan adanya banyak kentakel.
  • Gonongium : Berfungsi mengurus perkembang biakan (generatif)
  • Bentuk gonongium silindris, dengan ujung melekat sedikit dan berwarna tranparant dan disebut dengan Gonotheca.
  • Di dalam gonotheca terdapat sumbu (blastostyle)
  • Blastostyle merupakan :
  • Tempat tumbuh kuncup bakal medusae (ada yang menyebut ubur-ubur pada skelia)

Klas Scyphozoa

Ordo Discomedusae

Ciri-ciri :

-          Phase polyp nya kecil + beberapa cm saja dan terikat pada suatu obyek didasar laut.

-          Phase Medusae (generatif) terbentuk seperti payung atu mangkuk dengan diameter + 1 – 7 feet.

-          Pada bagian pinggir Medusae terdapat tentakel-tentakel

-          Medusae ini biasanya diketemukan

-          Berenang dipermukaan laut

-          Dibawa ombak di pantai

-          Dibagian tengah sisi cekungnya / konkatnya) ditemukan mulut yang terletak diantara 4 buah tangan yang berbentuk pipih seperit pita dan dibagian pinggir dilengkapi dengan Mematocyst.

-          Aurelia bukan hermaphrodite. Gamat nya terbentuk seperti huruf V dan terletak dibagian dalam dari perutnya.

SIKLUS HIDUP

Spertratozoid akan berenang dalam air laut kemudian mencari dan memasuki kedalam mulut medusae ♀, kemudian masuk ke dalam enterm untuk membuahi sel telur kemudian berbentuk zygot.

Zygot yang terbentuk akan keluar dari mulut medusae ♀ dan untuk remintara didukung dengan tangan nya dan disini berkembang menjadi larva yang berambut getar (planula).

Setelah terbentuk planula maka planula ini lepas dari induknya dan berenang-renang. Kemudian melekat pada suatu obyek didasar laut. Dan ditempat ini kemudian tumbuh menjadi polyp baru dan berbentuk seperti trompet yang disbut Schyphistoma.

Schyphistome membagi diri secara tranversal sehingga terbentuk sekumpulan mas’ yang masing-masing berbentuk seperti cakram.

Keadaan ini disebut phase Strobila

Kemudian pada setiap cakram yang terbentuk akan tumbuh bertakel. Kemudian pemisahan diri dimulai pada cakram yang paling atas / tua kemudian cakram yang dibawahnya dan sebagainya dan seterusnya.

Cakram yang terlepas akan membentuk medusae kecil yang disebut Ephyra. Secara berangsur-angsur ephyra akan tumbuh menjadi Medusae dewasa : Medusae ♂ dan Medusae ♀

Klas Anthozoa

Ciri-ciri khusus :

-          Tidak mengalami metagenesis

-          Phase Muduase tak mempunyai

-          Phase Polyp mempunyai.

SUBKLAS : HEXACORALLIA

ORDO              : ACTINIRIA

Ciri-ciri :

-          Menempel pada batu karang

-          Berukuran s/d 2 feet

-          Makanan : Invetebrata dan Udang

-          Tubuh berbentuk :

KLAS : ANTOZOA, SUB KLAS : HEXACORALLIA

ORDO : MADREPORARIA

Ciri-ciri :

-          Susunan tubuh pada prinsipnya sama dengan anemone / metridium

-          Perbedaannya antara lain :

-          Madreporaria

-          Bagian enterderm mensekresikan zat kapur yang berfungsi sebagai kerangka. Kerangka ini disebut Calcareous Skeleton atau Coral yang berwarna :        - putih (pada umumnya)

-          merah

-          Pembentukan kerangka : Mula-mula pada pangkal dimana hewan itu melekat, dengan membentuk kuncup, kemudian kuncup tumbuh lagi sehingga akhirnya membentuk koloni yang bercabang-cabang.

SUB KLAS : HEXACORRALIA

ORDO : ANTIPATHARIA

Ciri-ciri :

-          Hidupnya koloni

-          Mensekresikan zat tanduk sebagai kerangkanya.

-          Karang-karang laut ini (Hexacorallia) ini menuntut syarat lingkungan  hidup yang tertentu.

Syarat tersebut antara lain :

  • Temperatur air laut + 200C
  • Dalam laut + 35 m
  • Terletak pada lingkungan antara 280 LU dengan 280 LS
  • Andaikata ada perubahan temperatur maka perubahan tak melebihi 60C naiknya dan 60C turunnya.
  • Air laut ditempat tersebut bisa banyak mengandung O2.
  • Air laut harus jernih
  • Air laut mempunyai salinitas / kadar garam tertentu.

Macam-macam batu karang yang terbentuk.

  • Karang pantai (Frenging Reef)

Terbentang dari pantai hingga menjorok + ¼ mil kearah laut.

  • Karang Rintangan (Barier Reef)

Terletak agak jauh dari pantai.

  • Karang Atoll (Sirkuler Reef)

Merupakan rangkaian pulau karang yang berbentuk gelam yang ditengahnya terdapat anak laut yang relatif dangkal dan disebut Lagoon.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    820.808