Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Aspek Teknis Benih dan Pakan Ikan

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 03 November 2012
di Bahan Kuliah - 0 komentar

Dalam memilih benih dan pakan ikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya aspek teknis sebagai berikut :

BEBERAPA KRITERIA SELEKSI BENUR :

* Saat berenang ekor terbuka lebar
* Pada kaki-kaki tidak terdapat bulu-bulu
* Warna badan transparan (kuning kecoklatan)
* Anggota tubuh lengkap
* Bereaksi terhadap rangsangan cahaya/mekanis cepat
* Tidak menderita nekrosis
* Murni dalam satu jenis
* Seragam dalam ukuran dan umur

Perlakuan terhadap benih saat akan melakukan penerbaran :

Sebelum ditebar-->aklimatisasi  : suhu, salinitas,  pH dan oksigen-->waktu tebar pagi (06.00) / sore (17.00)-->nilai paramemeter air tambak = hatchery-->pemindahan benur ke bak plastik-->diapungkan ke permukaan air tambak-->dialirkan/ditebar ke tambak

SELEKSI BENUR DILAKSANAKAN SECARA PRAKTIS DI LAPANGAN MELIPUTI :
- VISUAL
- MICROSCOPIC
- Penempelan
- Kelengkapan organ
  dll

STRESS TEST
- Formalin 200 ppm, 2 jam, SR harus lebih dari 80%
- Sebelum penebaran dilaksanakan, dilakukan dipping Formalin 200-250 ppm selama 30 menit apabila benur yang diperoleh dari hatchery local.

PENEBARAN BENUR
HACHERY BEBAS SEMBV
HACHERY DENGAN DIPPING FORMALIN
PENDEDERAN YANG STERIL 

 

PILIH BENUR (HARUS) SPF/SPR :

- SR TINGGI

- PERTUMBUHAN CEPAT 

- FCR RENDAH

- UKURAN PANEN SERAGAM/RATA  

 

 

BEBERAPA PERTIMBANGAN MEMILIH BAHAN PAKAN :

1. mempunyai nilai gizi tinggi
2. mudah diperoleh
3. mudah diolah
4. mudah dicerna
5. harga relatif murah
6. tidak mengandung racun

KRITERIA BAHAN PAKAN BERDASARKAN SUMBERNYA :
1. BAHAN HEWANI
- tepung ikan, tp udang, tp sisa pnetasan unggas, buangan industri pupa, tp darah tp tulang, tp kepiting, bekicot

2. BAHAN NABATI
- bungkil kedele, kc tanah, bj kapuk, bj bunga matahari, bj wijen, tp kopra, tp daun, dedak, algae, protein sel tunggal (ragi)

BEBERAPA SIFAT BAHAN PAKAN:

BAHAN HEWANI
- Tp ikan : P 40-60, import
- Tp kpl udang : P 49-74, chitin
- Tp darah : P 80, palatabilitas
- Tp kepiting : P 31, mineral 40
- Tp hewan : P 50, afkiran rph, - diupayakan
- Tp bulu :P 80, keratin sukar larut dlm air

BAHAN NABATI
- Bk kedele : P 40, L 18, lysin
- Bj kapuk : Cystein, methionine & lysin
- Bj bunga matahari : P 40, sumber niacin
- Bj wijen : methionin, arginin
- Tp kopra : P 25, SK
- Tp daun : P 20

BAHAN TAMBAHAN

a) Bahan perekat (binder) CMC, kanji terigu, sagu dll.
b) Anti oksidans : Ethoxyquin -->150 ppm, BHT (Butylated hydroxytoluence --> 200 ppm, BHA (Butylated hydroxyanid) --> 200 ppm
c) Anti fungi : Pottasium sorbate à 2000 ppm, Polypropylene glyco à 10.000 ppm
d) Vitamin & mineral: Aquamix, premix, topmix dll.

ANTI NUTRIEN (FEED TOXINS)
asal : produk dlm tanaman, racun yg dihaslkan o/ fungi (mycotoxine) & bakteri, sisa pestisida, obat2an, kontaminasi kimia.
Mycotoxins --> Aspergilus spp & Penicillium spp
Bakteri  --> Salmonellae
Kontaminasi kimia --> sisa2 pestisida, herbisida, obat2an, perlakuan pertanian / industri kimia dll.

Menyebabkan : kematian ikan,   daya tetas & SR, penyakit & kematian pada manusia

Code of conduct for responsible fisheries, FAO 1995:
Pasal. 5, ayat 5.4:
Butir 5.4.4. Negara harus menggiatkan praktek pengelolaan kesehatan ikan dan usaha akuakultur yang efektif yang mendukung langkah higienik dan penggunaan vaksin. Penggunaan yang aman, efektif dan minimal harus dipastikan menyangkut terapeutan, hormon dan obat-obatan, antibiotika dan bahan kimia pengendali penyakit

Butir 5.4.6. Negara harus mensyaratkan bahwa pembuangan limbah seperti jeroan ikan, endapan kotoran, ikan mati atau ikan berpenyakit, obat veteriner yang berlebihan dan masukan bahan kimia berbahaya lain tidak akan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan


ASPEK KEAMANAN PANGAN
Pelarangan penggunaan kloramfenikol sebagai  obat untuk kegiatan akuakultur (melalui edaran Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, tertanggal 18 April 2002)

Ada 10 jenis antibiotika yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan akuakultur menurut Regulation (Europe Government) bernomor EG 2162/2001 meliputi: Nitrofuran (termasuk Furazolidon), Ronidozol, Dapson, Chloramphenicol, Cholchicin, Chlorpromazin, Chloroform, Dimetildazol, Metronidazol, dan Aristolochia spp.

Perlunya tindakan hati-hati dalam penggunaannya!

Download File Format PDF

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    812.004