Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Teknik Pembuatan Pakan Buatan

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 04 November 2012
di Bahan Kuliah - 0 komentar

Pembuatan Pakan Buatan

a) Bentuk Larutan Emulsi

Bahan:

1 butir telur
40 gram tepung kedelai
5 gram tepung sagu
1 gram vitamin

 

Cara Pembuatan:

-Sebutir telur direbus sampai masak, kemudian diambil kuningnya dan dilarutkan dalam 200 ml air.
-Sambil diaduk, tambahkan tepung kedelai halus, sagu, dan akhirnya vitamin.
-Panaskan larutan sambil tetap diaduk, sampai diperoleh cairan kental seperti lem yang encer. Larutan siap digunakan setelah dingin.
-Masa simpan larutan 10 jam dan digunakan untuk makanan burayak ikan yang berumur 3-20 hari.

b) Bentuk Larutan Suspensi

Bahan:

20 gram kedelai
1 butir telur

 

Cara Pembuatan:

-Kedelai direbus sampai masak, agar zat penghambat tumbuhnya hilang, dihaluskan dan diberi air sedikit demi sedikit, kemudian disaring dengan kain mori halus.
-Telur itik diberi perlakukan serupa dan yang digunakan hanya bagian yang kuning.
-Larutan sari kedele dan larutan sari kuning telur dicampur dan diaduk merata.
-Digunakan untuk makanan burayak.

c) Bentuk Roti Kukus (I)

 

Bahan:

butir telur, Tepung Ikan, Tepung Terigu, Tepung Susu, Vitamin

Cara Pembuatan:

-Telur itik dikocok sampai lumat dan berbuih. Secara berangsur-angsur ditambahkan tepung ikan, tepung terigu, dan tepung susu, sambil terus diaduk dan diberi air sedikit demi sedikit.
-Adonan dikukus sampai masak selama 30 menit. Roti yang sudah masak didinginkan.
-Vitamin B dan C dihaluskan, ditambah tetrasiklin yang telah dibuang kapsulnya dan beberapa tetes vitamin A+D-pleks dan Kalsidol.
-Roti kukus yang telah dingin, dibentuk menjadi gumpalan kecil-kecil,kemudian dioleskan pada campuran vitamin dan antibiotik, sambil diremas-remas sampai campuran merata. Roti dapat disimpan dalam lemari es selama 3 hari.
-Sebelum digunakan sebaiknya dibuat suspensi, yaitu dengan melarutkannya dalam air melalui kain saringan halus yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran burayak yang akan diberi makan.

d) Pakan Bentuk Cake

Alat

Timbangan, Gelas Ukur, Bak plastik, Mixer, Kantong plastik, Pengukus, Saringan

Bahan:

1 kg telur ayam (kuning telur)
75 gram tepung terigu cakra
300 gram tepung susu skim
100 cc air
Cara Pembuatan:
-Telur dipisahkan antara putih dan kuningnya, ambil kuningnya saja.
-Kocok kuning telur dengan menggunakan mixer sampai putih dan mengembang.
-Masukkan berturut-turut tepung susu skim dan tepung terigu. Campur sampai merata sambil masukkan air sedikit demi sedikit.
-Masukkan adonan yang sudah homogen ke dalam kantong plastik
-Kukus sampai masak selama 1 jam
-Dinginkan cake yang sudah jadi lalu larutkan dalam air
-Saring dan simpan endapan dalam lemari es.

e) Bentuk Pellet

1. Bahan untuk membuat pelet ada 2 macam, yaitu berupa: tepung kering dan gumpalan (pasta)

2. Bahan perekat dapat dicampur langsung dengan bahan lainnya saat masih kering, atau disendirikan. Bila disendirikan, bahan tersebut diseduh dulu dengan air mendidih sampai mengental seperti lem encer. Setelah itu bahan perekat dicampur dengan bahan-bahan lainnya.

Tahapan Pembuatan Pakan Pelet

Penggilingan
–Setelah bahan yang diperlukan sesuai dengan formulasi yang dikehendaki, mula-mula bahan tersebut digiling sehingga ukurannya menjadi lebih kecil. Dapat digunakan beberapa alat yang sederhana sampai yang modern disesuaikan dengan bahan yang tersedia dan jumlah produksi yang dicapai. Misalnya gilingan kopi, mesin penepung dsb 
Pengayakan
–Setelah digiling bahan tersebut diayak untuk mendapatkan ukuran partikel yang sesuai dengan kebutuhan (tingkat perkembangan dan daya cerna) dan untuk mendapatkan hasil campuran yang homogen dalam formulasi pakan. Bahan pengayak bisa dari nilon, kawat kasa dengan berbagai ukuran mata ayakan.

 

Penimbangan
–Setelah bahan diayak, kemudian bahan ditimbang dengan teliti sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan. Untuk bahan yang diperlukan dalam jumlah besar (jagung, bekatul, tepung ikan, bungkil kedele) dapat menggunakan timbangan besar. Sedang untuk bahan yang diperlukan dalam jumlah kecil (vitamin, mineral) hendaknya menggunakan timbangan yang mempunyai ketelitian lebih tinggi.
Pencampuran
–Pencampuran harus sampai homogen atau merata, secara sederhana pencampuran dalam jumlah kecil dapat dilakukan dengan tangan, tetapi untuk jumlah yang besar dapat memakai mixer. Untuk mendapatkan campuran yang homogen mula-mula bahan yang paling sedikit jumlahnya, kemudian secara berturu-turut bahan yang lebih banyak dalam susunan formulasi pakan dicampur sampai merata.
Pengeringan  dan Penyimpanan
–Pakan yang hendak disimpan sebaiknya dikeringkan dahulu sampai kadar air 14 %. Pengeringan dengan sinar matahari membutuhkan 2 – 3 hari , sedangkan dengan oven pada suhu 60oC selama 24 jam. Tempat penyimpanan yang baik adalah tidak lembab dan cukup sirkulasi udara. Keadaan yang lembab dapat merangsang pertumbuhan fungi (jamur). Mutu pakan dipengaruhi oleh lama penyimpanan, pada kadar air 14 % pakan dapat disimpan sekitar 6 bulan.

 

 

Karakteristik dari fasilitas penyimpanan pakan yang baik :
–Terlindungi dari sinar matahari langsung dan hujan
–Berventilasi baik dan sejuk
–Kering dan kelembaban rendah
–Aman dari tikus dan serangga
–Tempat penyimpanan tidak secara langsung berhubungan dengan tanah untuk mencegah terjadinya penguapan tanah dan kerusakan oleh jamur
f) Bentuk Remah dan Tepung

 

1.Keduanya berasal dari pellet yang sudah kering. Pellet digiling lagi dengan penggiling kopi. Besar kecilnya ukuran butiran tergantung kendor kencangnya setelan gigi-gigi penggilas alat penggiling.

 

2. Tepung kasar dan halus dipisahkan dengan  ayakan.

–Untuk benih berumur 20-40 hari, mata saringnya 40-75 sampai 75-105 mikron.
–Untuk benih berumur 40-80 hari, mata saringnya > 105 mikron.

 

 

g) Bentuk Lembaran

1.Kuning telur ayam dikopyok sampai lumat, sambil berangsur-angsur ditambah air 100 ml, kemudian ditambah 20 gram tepung terigu.

2.Adonan dipanaskan sambil terus diaduk sampai adonan mengental menjadi emulsi larutan yang masih panas dan encer, dioleskan tipis-tipis dan tipis-tipis di atas lempeng aluminium, kemudian dipanggang sampai mengering dan akan mengelupas sendiri.

3.Lapisan yang telah mengelupas, dikumpulkan. Dalam keadaan demikian mudah pecah-pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.

Download File Format PDF

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    812.007