Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Potensi Kelautan Indonesia Mencapai 1,2 Triliun USD

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 08 November 2012
di Perikanan - 0 komentar

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan potensi kelautan Indonesia mencapai 1,2 trilun dolar AS jika pengelolaan dilakukan secara maksimal. 

"Ini tidak hanya masalah perikanannya saja, tetapi potensi untuk keseluruhan termasuk mineralnya, ada tranportasi, ada industri," kata Cicip, disela acara kunjungan kerja di Pelabuhan perikanan (PPI) Tilamuta Kabupaten Balemo, Gorontalo, Senin. 

Cicip mengungkapkan Dewan kelautan Indonesia (Dekin) yang melibatkan 13 kementerian telah berkonferensi untuk mewujudkan potensi yang ada tersebut. 

Dia mengakui potensi perikanan Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, dimana konsumsi dalam negeri mencapai 31 kg per kapita dan tahun depan ditargetkan 35 kg per kapita, sedangkan untuk ekspor mencapai empat miliar dolar AS.

Kendala industri

 

Cicip mengakui bahwa industrialisasi perikanan masih mengalami beberapa kendala di lapangan, seperti masalah pemasaran saat panen ikan. 

"Terus terang saja memang hasil perikanan di Timur (Sulawesi, Maluku, Papua) ini mungkin 60-70 persen dan baratnya sedikit, tetapi industrinya banyak di Jawa atau barat. Sehingga antara barat dan timur ini harus ada konektifitas yang jelas, yakni masalah transportasi, termasuk juga peralatan-peralatan logistik yang menjaga mutu ikan ini tidak jatuh," katanya. 

Dia mengatakan solusi terhadap masalah ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat program SLIN (Sistem Logistik Ikan Nasional). 

"Progran SLIN ini diharapkan membantu peroalan yagn ada, yakni sistem dengan mengolah bersama dengan Menhub mengenai angkutan laut," kata Cicip. 

Dia juga mengatakan selain program tersebut, pihaknya melakukan perbaikan pelabuan agar kapal pengangkut ikan ini bisa sandar untuk mengangkut ikan hasl penangkapan ikan para nelayan. 

"Jangan sampai kapal-kapal ini tidak mau nangkap ian karena permasalahan pelabuhan," katanya. 

Cicip juga menegaskan bahwa faslitas pelabuhan juga harus ditingkatkan serta faktor pendukung untuk menjaga mutu ikan terjamin juga tersedia.

Ekonomi unggulan

 

Dalam kunjungan kerjanya ini, Cicip mengakui potensi perikanan di Kabupaten Boalemo dapat dikembangkan menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan sebagai "prime mover" (pengerak) perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

 

"Saya mendapatkan informasi bahwa produksi perikanan di Gorontalo, termasuk di Boalemo terus mengalami peningkatan, dengan komoditas utama tuna dan cakalang yang saat ini menjadi salah satu komoditas primadona di pasar dunia," kata Cicip, 

 

Dia berharap potensi perikanan ini dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik, terutama potensi perikanan tuna dan cakalang yang ada dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama para pelaku usaha yang terlibat di dalamnya. 

"Saya mendapatkan laporan, masih banyak dari pelabuhan perikanan yang dikelola daerah yang operasionalnya masih terbatas atau bahkan belum aktif sama sekali. Bahkan masih sedikit pelabuhan perikanan yang dikelola oleh daerah yang telah memiliki kelembagaan yang memadai," katanya. 

"Kita harus benahi bersama karena infrastruktur pelabuhan perikanan merupakan salah satu faktor penunjang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di daerah, terutama untuk melayani dan mendukung operasional kegiatan usaha berbasis perikanan tangkap," harapnya. 

Demikian halnya dengan keberadaan Pelabuhan Perikanan/Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang ada di wilayah Gorontalo dan sekitarnya, dharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal untuk mendukung kelancaran usaha perikanan di wilayah Gorontalo. 

Cicip mengatakan industrialisasi kelautan dan perikanan telah ditetapkan sebagai "grand strategy" Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam upaya mengakselerasikan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan fokus nilai tambah, produktivitas dan daya saing komoditas serta usaha di bidang kelautan dan perikanan, ujar Menteri sebagai pelopor industrialisasi kelautan dan perikanan. 

Konsistensi untuk mengakselerasikan pembangunan kelautan dan perikanan, KKP telah menetapkan strategi industrialisasi kelautan dan perikanan yang berfokus pada peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah, dan daya saing komoditas kelautan dan perikanan bagi kesejahteraan rakyat. 

Oleh karena itu, kata Cicip, mengingatkan kembali pada temu wicara dengan pelaku usaha perikanan bahwa dalam pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan, harus senantiasa melewati tiga tahapan secara optimal. 

Ketiga tahap tersebut adalah perencanaan (Study, Investigation, Detail Design), kedua, tahap pembangunan (construction), dan ketiga tahap operasional pemeliharaan dan pengembangan (operation dan Maintenance) atau secara keseluruhan biasa disebut dengan singkatan SIDCOM, katanya. 

Bupati Boalemo Rum Pagau mengakui bahwa potensi ikan tangkap Kabupaten Boalemo mencapai 3.000 ha, namun yang baru bisa dimanfaatkan baru sekitar 200 ha. 

Rum Pagau berharap dengan memfaatkan potensi perikanan yang dimiliki bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KKP Beri Bantuan 

 

Dalam kunjungannya ke Boalemo ini, Menteri KKP ini menyerahkan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan total nilai Rp3,550 miliar. 

Bantuan tersebut terdiri Kapal Inka Mina berkapasitas 30 GT sebanyak satu unit senilai Rp1,500 miliar, pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap untuk 12 KUB senilai Rp1,200 miliar, Sertifikat Hak atas tanah (SeHAT) Nelayan sebanyak 421 bidang, Kartu Nelayan sebanyak 497 kartu. 

Kemudian, pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Budidaya untuk empat KUB senilai Rp400 juta, Sistem Pemasaran Bergerak (SPG) Roda 3 Berpendingin sebanyak lima) unit senilai Rp193,875 juta, penyelenggaraan Pendidikan di STP kepada delapan orang senilai Rp256 juta dan penyelenggaraan Penyuluh satu Paket Materi senilai Rp300 ribu.

Sumber : Antaranews.com

 

Poternsi kelautan negara Indonesia yang sangat besar tersebut perlu dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Selama ini nelayan dan pembudidaya ikan sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita. Padahal bila dimanfaatkan dan dimaksimalkan pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang sangat menguntungkan dan bisa mendatangkan penghasilan yang melimpah. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia harus dapat memanfaatkan laut yang kita punyai, jangan hanya melakukan pemanfaatan sepihak yang dapat merugikan ekosistem, tetapi harus dapat menjaga kelangsungan ekosistem juga agar sumberdaya laut Indonesia tidak pernah habis hingga keturunan kita nantinya.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    811.449