Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Pengelolaan Kualitas Air Untuk Keberhasilan Budidaya

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 10 November 2012
di Bahan Kuliah - 0 komentar

Air adalah media internal dan eksternal bagi organime air (ikan dan udang). Pengetahuan kehidupan suatu perairan  meliputi organisme yang hidup pada kolam (ikan, plankton, nekton dan bentos ) tapi juga  pengetahuan tentang lingkungan perairan berhubungan dengan kondisi  air dan tanah termasuk beban berupa adannya  berbagai jenis gas, ion anorganik  dan bahan organik, baik yang terlarut maupun tersuspensi dan  melayang didalamnya. Kehidupan Perairan sangat tergantung sekali pada kesesuaian lingkungan kolam dengan biota didalamnya
Dalam  dunia budidaya, kualitas air didefinisikan sebagai kesesuaian air  untuk kelansunggan hidup dan pertumbuhan organisme air. Pengelolaan kualitas air kolam dimaksudkan  untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas air  agar layak bagi kehidupan organisme yang dibudidayakan.
Dinamika Kualitas Air
Dalam pengertian  umum. Kualitas air  mencakup sifat fisika, kimia dan sifat biologi air. Faktor faktor ini  secara bersama dan dinamis membuat  kondisi kualitas air  berbeda, karena perbedaan  salah satu faktor tersebut. Dalam dunia perikanan, kesesuain air bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan  biota (ikan dan udang), yang umumnya ditentukan oleh hanya beberapa parameter kualitas air saja yang disebut sebagai parameter  penentu atau parameter kunci. Beberapa parameter kualitas air, yang merupakan parameter kunci  yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan ikan, diantaranya: oksigen terlarut, BOD,  CO2 pH, alkalinitas, kesadahan, fosfat terlarut, nitrat, nitrit, kecerahan, suhu, Kelimpahan plankton.

Faktor Fisika

Sinar matahari.

Sinar matahari  yang melewati permukaan  air,  tidak bisa seluruhnya berpenetrasi langsung kedalam air, dimana sebagian  radiasi tersebut dipantulkan kembali ke udara, Besarnya cahaya yang dipantulkan dan diteruskan ke dalam air tergantung pada:

1. Kekasaran film dari permukaan air

2. besarnya sudut radiasi  matahari. 

Semakin halus permukaan air  dan semakin kecil sudut radiasi terhadap garis vertikal, semakin besar radiasi yang masuk melalui permukaan air

Semakin kasar dan besar sudut radiasi terhadap garis vertikal semakin banyak  radiasi yang dipantulkan.

 

Sinar dengan  gelombang  lebih panjang (merah, orange) ,ataupun pendek  (ultraviolet, violet) lebih cepat diserap dibandingkan  dengan panjang gelombang intermediate (biru, hijau, kuning). Pada air murni  ±53% dari intensitas  sinar yang masuk kedalam air hilang dan ditransformasikan   kedalam bentuk panas  setelah melewati  satu meter kedalaman kolam air  (Wetzel, 1975).

 

 

Perairan alami mengandung  partikel tersuspensi meliputi: partikel tanah, partikel bahan organik dan biota renik (plankton yang melayang didalam air ). Pewarnaan air alami, merupakan hasil  dari gelombang sinar sinar yang tak terserap ketika memasuki  kolam air. Dengan adanya  partikel partikel dan jasad renik tersebut  maka penetrasi  cahaya matahari  kedalam air menjadi terhambat. Dengan kata lain kecerahan air menjadi rendah Penurunan  kemampuan air dalam mentrasmisikan sinar karena pengaruh  bahan tersuspensi disebut turbiditas.
Kedalaman air dimana intensitas sinar matahari < 1%  dari intensitas  pada permukaan disebut  kedalaman komponsasi ( F=R). Zona diatasnya disebut zona euphotik.  Pada kolam yang densitas planktonnya  tinggi (eutrop),  zone euphotik seringkali kurang dari  1 meter. Kolam dengan kecerahan sangat rendah (kurang dari 40 cm) atau dalam kondisi bloming plankton dapat mengangu kehidupan udang. 
Penggukuran kecerahan ini paling mudah dilakukan dengan sechi disk, akan tetapi  kadang kadang diperlukan data kwantitatif. Wetzel (1975)  menyatakan prosentasi absorpsi sinar matahari  pada suatu kedalaman air  dapat dihitung dengan persamaan:
% absorpsi =    100 *(Io- Iz)
                              Io
Dimana :
Io  = penetrasi radiasi pada permukaan
Iz  = Radiasi pada kedalaman Z.
Prosentasi absorpsi awalnya digunakan untuk mempelajari sinar monochromatic,  yang dalam perkembangannya  diperluas untuk radiasi total. Jumlah penetrasi sinar menuju kedalaman Z dihitung dengan persamaan Lambert:
Iz  = Io * e –K*z
Atau
Ln (Io) – ln (Iz)  = K*Z
Dimana :
e = Bilangan natural, 2.718
K = Koefisien penurunan  intensitas sinar matahari.
Nilai koefisien  penurunan intensitas sinar matahari ini  memberikan dugaan  yang lebih baik bagi penetrasi sinar pada berbagai kedalaman air.   Pengukuran penurunan  intensitas sinar matahari  pada suatu kedalaman dapat mengunakan  alat Underwater light meter.

 

Kecerahan

Alat :    Piring secchi,  tali, alat pengukur  panjang
Tujuan:  Mengetahui sampai kedalaman berapa cahaya matahari bisa menembus kolam, dan secara tidak langsung  untuk penentuan kelimpahan plankton.
Cara kerja:
Memasukkan piring secchi kedalam kolam sampai tidak kelihatan, kemudian diangkat hingga piring sechhi kelihatan kembali, dan diukur kedalamannya.

 

Bau dan Warna
Warna air ditentukan  oleh warna senyawa  atau bahan yang terlarut dan melayang-layang di dalam air, Apabila kecerahan tinggi dan perairan dangkal, warna air  di tambak dipengaruhi oleh dasar perairan. Warna air tambak  yang coklat dan kekeruhan tinggi kecerahan rendah maka dapat dipastikan bahwa perairan tersebut mengandung banyak partikel partikel tanah. warna hijau sampai hijau tua atau hijau abu abu, maka perairan tambak mengandung banyak plankton. air tambak berwarna kehitam hitaman, dapat diduga kandungan partikel-partikel lumpur organik adalah tinggi.
Bau dari air disebabkan oleh  bau senyawa atau meteri dan gas-gas yang terkandung didalamnya.  Tambak yang mengandung bahan organik tinggi (sisa pakan, pupuk  organik dll) akan menimbulkan bau busuk  yang disebabkan proses dekomposisi yang menghasilkan gas sulfida dan fosfor serta amonia.  Kondisi air yang berbau busuk karena kandungan gas sulfida dan amonia tidak cocok bagi kehidupan ikan dan dalam dosis yang tinggi bisa menyebabkan kematian.
Suhu dan Stratifikasi Termal

 

Air mempunyai kapasitas panas yg tinggi, (energi 1 kalori. untuk memanaskan 1 gram air tiap 1o C). Penyerapan Energi  sinar matahari secara eksponensial berdasarkan kedalaman air, (penyerapan tertinggi terjadi pada kedalaman 1 meter ) kolam ikan dengan bahan organik terlarut (besar) maka daya serap energi lebih besar dibandingkan dengan air yang  jernih. Transfer panas dari lapisan air bagian atas menuju kebawah sangat tergantung pada pencampuran fisik dengan bantuan arus

 

Suhu berpengaruh terhadap densitas air. Kecepatan penyerapan   panas lebih besar pada permukaan air menyebabkan timbulnya stratifikasi suhu,  hal ini terutama terjadi karena   perbedaan densitas  yang sangat tinggi  antara kolam air bagian atas dan bawah.

 

 

Stabilitas stratifikasi

 

jumlah energi yang diperlukan untuk mencampurkan air epilimion dan hypolimion

Stabilitas stratifikasi (besar)   - stratifikasi stabil

 

Danau thermocline didefinisikan  sebagai penurunan suhu lapisan zone Ê 1oC/ 1 m. Lebar   lapisan thermoklin  tergantung pada  perbedaan suhu  antara  lapisan  epilimion dan hypolimion. Apabila energi stratifikasi terlewati akan terjadi pencampuran  antara kedua lapisan.disebut proses  pengadukan  (up Welling). Up welling adalah gerakan arus vertikal keatas yang terjadi  dalam perairan, dalam beberapa kasus up welling    lebih banyak disebabkan oleh  pergerakan masa air  yaitu proses   gerakan air tengelam kebawah perairan karena densitasnya (sungking)
Proses up welling bisa terjadi di tambak, dimana  pada  saat terjadi hujan deras yang lama,  terbentuk lapisan air hujan dingin (bj tinggi) yang bergerak kebawah, diikuti gerakan air yang lebih panas ke atas. Up welling sangat merugikan, if banyak lumpur di dasar tambak. Proses singking dan up welling ini akan menyebabkan  pengadukan dasar perairan, yang menyebabkan terangkatnya ion ion seperti Fe, al, mg yang bersifat oksidatif, sehingga mengurangi okigen dalam air. Kematian masal udang ditambak  karena  kasus up welling lebih banyak disebabkan karena turunnya oksigen terlarut Untuk menghindari  kematian masal akibat upwelling di tambak udang  dapat dilakukan  dengan mempersempit lokasi lumpur dalam tambak  dan melakukan penyiponan untuk membuang lumpur dari dalam tambak.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    827.759