Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Penggunaan Probiotik Dalam Akuakultur

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 21 November 2012
di Perikanan - 2 komentar

Perkembangan akuakultu sering dibayangi kerugian yang disebabkan oleh wabah penyakit. Pengendalian penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara memberi antibiotik, desinfektan, vaksinasi, senyawa imunostimulan dan probiotik.

 

METODE PENGENDALIAN PENYAKIT PADA AKUAKULTUR :

1. Pelaksanaan budidaya yang baik   

2. Penggunaan ikan yang scr genetis resisten thp penyakit

3. Kecukupan pakan, jika perlu pakan tambahan

4. Penggunaan vaksin

5. Penggunaan imunostimulan non spesifik

6. Penggunaan senyawa-senyawa antimikroba

7. Penanganan air

8. Mengisolasi ikan yang terinfeksi

9. Penggunaan probiotik atau kontrol biologis, Austin & Austin (1999)

 

DEFINISI :
Probiotik yaitu makanan tambahan (suplemen) berupa sel2 mikroba hidup, yang memiliki pengaruh menguntung kan bagi hwn inang yang mengkonsumsinya melalui penyeimbang flora mikroba intestinalnya (Fuller, 1987) untuk hewan terrestrial & manusia

Gatesoupe (2000) Probiotik sebagai sel2 mikroba yang diberikan dengan cara tertentu agar masuk ke saluran gastrointestinal dan tetap hidup dengan tujuan memperbaiki kesehatan.

Cahill (1990) menyimpulkan bahwa bakteri yang hadir dalam lingkungan akuatik mempengaruhi komposisi mikroba intestinum ikan dan sebaliknya.

Salminen (1999) Probiotik merupakan segala bentuk preparasi sel mikroba (tdk selalu hrs hidup) atau komponen sel2 mikroba yang memiliki pengaruh menguntungkan bagi kesehatan dan kehidupan inang.

PROBIOTIK YAITU SUPLEMENTASI SEL MIKROBA UTUH (TIDAK HARUS HIDUP) ATAU KOMPONEN SEL MIKROBA PADA PAKAN ATAU LINGKUNGAN HIDUPNYA, YANG MENGUNTUNGKAN INANGNYA.

 

Pada Akuakultur PROBIOTIK sebagai pengendalian biologis, perbaikan kualitas air, meningkatkan respon imun, agensia pengendali flora mikroba, menekan vibrio luminesens melalui penebaran mikroba ke tambak.

PROBIOTIK HARUS MEMILIKI KARAKTER SBB :
1. Menguntungkan inangnya
2. Mampu hidup(tidak harus tumbuh) di intestinum
3. Dapat disiapkan sebagai produk sel hidup pada skala industri
4. Dapat terjaga stabilitas & sintasan untuk waktu yang lama pd penyimpanan maupun di lapangan.

Pada AKUAKULTUR, Probiotik dapat berasal dari bakteri, yeast, mikroalgae & bakteriofag
KERJA PROBIOTIK PD ORGANISME AKUATIK Secara dasar ada 3 model kerja probiotik yaitu:

1. Menekan populasi mikroba melalui kompetisi dengan memproduksi senyawa – senyawa antimikroba atau melalui kompetisi nutrisi dan tempat pelekatan di dinding intestinum
2. Merubah metabolisme mikrobal dengan meningkatkan atau menurunkan aktivitas enzim
3. Menstimulasi imunitas melalui peningkatan kadar antibody atau aktivitas makrofag

 

Probiotik dianggap menguntungkan karena menghambat kolonisasi intestinum oleh mikroba yang merugikan, produksi senyawa – senyawa anti mikroba, serta kompetisi terhadap nutrien dan ruang. Probiotik menguntungkan inangnya antara lain karena memperbaiki nutrisi seperti produksi vitamin-vitamin,detoksifikasi pangan, serta melalui aktivitas enzimatis.


PROBIOTIK UNTUK IKAN
Dalam Akuakultur, mencegah kerusakan atau infeksi telur (ikan) dilakukan dengan berbagai cara :
* Sterilisasi (fisik) penyinaran UV atau filtrasi membran
* Ozonisasi (kimiawi), antibiotik
* Disinfektan,perendaman 10 menit larutan glutaraldehid 400 ppm Memperbaiki daya tetas, pertumbuhan & sintasan larvae

Ada 2 cara suplementasi probiotik untuk larva :
1. Suplementasi langsung ke air tambak / bak pemeliharaan
2. Suplementasi tidak langsung melalui pakan hidup seperti rotifera dan artemia.

Ex. Ikan & udang + suplemen tetraselmis, mortalitas rendah ok senyawa bioaktif sel tetraselmis.

Fungsi Probiotik:

  • Menjaga kualitas air tambak
  • Dekomposisi waste product/kotoran
  • Hasil Dekomposisi berupa zat hara yang dibutuhkan pertumbuhan plankton dan pakan alami lainnya.
  • Mencegah serangan penyakit
  • Meningkatkan efisiensi pakan
  • Meningkatkan produksi

Hal yang perlu diwaspadai :

  • Warna air hijau gelap, kecerahan kurang dari 20 cm, kandungan oksigen rendah.
  • Air warna hijau pekat menyebabkan stress udang.
  • Air terlalu jernih, klekap akan tumbuh
  • Pertumbuhan ganggang meledak, kadar oksigen air berkurang sehingga udang banyak mengapung di permukaan air.

Pemeliharaan Kualitas Air Untuk Pertumbuhan Udang Vannamei :

Parameter

 Satuan

Oksigen ter arut

Kadar Amoniak

Salinitas

Suhu

Alkalinitas

Nitrit

Nitrat

pH

Suspensi terlarut

Kecerahan

Warna air

 > 4 mg/L

 < 0,01 mg/L

  15 – 25 ppt

   28 – 32 C

   > 80 mg/L

   < 0,1 mg/L

   <  1 mg /L

   7,5 – 8,5

   < 80 mg/L

   35 – 45 cm

   Hijau cerah/hijau kecoklatan

 

Upaya Untuk Menjaga Kestabilan Kualitas Air Tambak :

  • Melakukan pergantian / sirk ulasi
  • Ketinggian sekitar 1 – 1,5 m
  • Melakukan penyiponan  2x seminggu
  • Kecerahan air bl 1, 40-60cm, bl 2, 35- 45 cm
  • Menggunakan probiotik : mengurai feces, kulit udang & sisa pakan >> 3 hari sekali >> langkah awal urai gas berbahaya
  • Pengontrolan kualitas air
  • Pengendalian populasi bakteri & mikro org

Masalah yang sering terjadi pada pemeliharaan udang vannamei :

  • Perubahan salinitas tdk boleh > 3 ppt
  • Perubahan pH max 0,5 unit :
  • pH 7 >> + CaC03/CaMgCO3(dolomite)3-5ppm
  • > pH7 >> molases dosis 3 ppm
  • Perubahan suhu >> konsumsi pakan
  • Suhu 26 C nafsu makan turun 50% >> +kapur dosis 3-5 ppm
  • Perubahan alkalinitas : buffer perub pH air & indikator kesuburan diukur dengan kadar karbonat
  • Alkalinitas -90 ppm >> - intensitas fotosintesis à suply 02 di tambak, + kapur / dolomit 3-5 ppm
  • Alkalinitas tinggi >> laju fotosintesis mningkat à blooming plankton, kecerahan – 30 cm
  • Perubahan warna air *
  • Perubahan kadar Oksigen
  • Populasi bakteri meningkat à 40cfuntukmL WPD
  • Tambak tampak dasar à penguraian BO jelek à + 10% terigu dr jml pakan yang diberikan
  • Udang keropos & lembek à - pakan
  • Warna hijau muda ( Green water)  à lebih stabil à kecenderungan blooming pl,
  •    Chlorella spp, Chlorophyceae, Tetraselmis sp, Chlorophyta, Chlamydomonas dsb
  • Warna hijau biru (Blue green water) à terjadi kelarutan BO & 02 tinggi, dominasi alga hijau biru à batasi urea tinggi, pakan lebih
  • Warna hijau kuning à SR 45-55%
  •    Chlamydomonas, Rhodomonas, Pavlopa
  • Warna coklat tua à dinoflagellata à B0 tinggi
  • Warna coklat keputihan (milky) à protam 1 ppm, sirkulasi air

Penerapan Probiotik dan Fungsinya :

  • Bakteri sp Bacillus, Nitrobacter & nitrosomonas  >> urai BO dasar tambak
  • Bakteri fotosintetik, kitiniolastik, proteolitik, selulolitik, lipolitik >> urai limbah B0 : sisa pakan, kulit udang, feces. Bakteri : Rhodococcus sp, Bacillus sp, B lechiniformis, B cereus dsb.
  • Bakteri Lactobacillus >> proses pencernaan

 

Media untuk pertumbuhan bakteri :

  • Bakteri urai B0 :
  • Dedak , pakan bekas & molases + Bacillus sp / Nitrobacter 0,2-0,5 %, aerob
  • Bakteri urai limbah organik :
  • Tepung ikan , limbah tp kulit udang, molases, dolomit + inokulan, anaerob fakultatif
  • Bakteri untuk pencernaan :
  • Molases, air, pakan & tp kanji + inokulan Lactobacillus >> langsung diberikan sebag pakan tambahan

Penggunaan Probiotik :

  • Umur  0 – 30 hr  : Fermentasi kering 5 – 7 hari sekali ( Sampai kecerahan 40 – 50 cm )
  • Umur 31 – 60 hr : Probiotik Super PS dan Supervamei 3 hari sekali bergantian.
  • Umur 61 – 90 hr : Probiotik Super PS dan Biosolution 2 hari sekali bergantian.
  • Umur > 90 hari  : Probiotik Super PS dan Biosolution 1 hari sekali bergantian.

Fermentasi Kering :
- Katul 20 kg + Pakan 5 kg + Saponin 2,5 kg + Ragi 200 gr + Super NB 1 liter + Air secukupnya hingga becek (tanpa aerasi ).

- Diaduk rata, didiamkan serta ditutup rapat hingga  2 hari

- Kemudian ditebar pagi hari (jam 08.00 wib)

 

Kultur bakteri Bacillus sp.

- Katul 10 kg + pakan 1 kg  direbus jadi seperti bubur lalu ditambahkan 5 liter molase (tetes). Atau bahan tersebut dapat diganti Supermedia 2 liter

- Tambahkan Multivitamin 5 gr.

- Dicampur dengan air tawar  200 liter dan Biosolution 2 liter serta aerasi  hingga 24 – 48 jam ( tanda bau aroma fermentasi tetes yang segar ).

- Takaran ini diberikan  untuk kolam 1 Hektar dengan jml sel > 10^8 sel/ml

Download File PDF

2 Komentar

Firsa Ferdian

pada : 22 November 2012


"Mantap..menambah pengetahuan..."


Bagus Rizki Novianto

pada : 22 November 2012


"alhamdulilah :)
semoga bermanfaat"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    827.580