Bagus Blog of Fisheries

Lets Improve Our Fisheries and Marine

Get Connected

Beri Makan Ikan


    Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks 1000 Backlinks Free Auto Backlinks Dofollow Backlinks Text Back Links Exchanges MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Backlink Service, Links Building 4 Free Free Backlink Services Free Automatic Backlink Best Backlinks daily Bookmarks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder Dofollow Backlinks Free Hundred Backlinks Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit ExpressSEO Tools Dental Assistant DirectoryAziende Resource Direktori Indonesia WoW Range Best Web Directory

Definisi Virus

diposting oleh bagusrn-fpk09 pada 24 November 2012
di Bahan Kuliah - 0 komentar

Definisi Virus

Mikroorganisme penyebab infeksi yang dapat melalui ultrafilter, bersifat intraselular obligat parasit, dan berkembang biak di dalam sel hidup. Virus berbeda dengan mikroorganisme lain (protozoa, jamur, bakteri, ricketsiae, mikoplasma dan chlamidia) atas dasar :

1. Megandung satu jenis asam nukleat sebagai genom (DNA atau RNA, beruntai satu/single stranded atau beruntai ganda/double stranded)

2. Tidak mempunyai aktivitas metabolisme

3. Tidak mempunyai ribosome

4. Tidak dapat tumbuh berkembang biak melalui pembelahan (melalui unsur genetis pada asam nukleatnya dengan cara biosintesis)

5. Tidak peka terhadap antibiotika

6. Sebagian besar virus peka terhadap interferon

7. Beberapa virus dapat menyebabkan infeksi laten (pada kondisi ini tercapai keseimbangan antara virus dan tuan rumah)

 

Morfologi Virus

1. Virion (partikel virus infektif) terdiri atas molekul asam nukleat pada inti pusat yang dibungkus oleh selubung protein (kapsid).

2. Asam nukleat dengan selubung kapsid disebut nukleokapsid

3. Fungsi kapsid >> melindungi struktur dalam dari virus terhadap pengaruh luar.

4. Kapsid tersusun oleh sub unit protein pada permukaan partikel virus disebut kapsomer.

5. Beberapa virus mempunyai selubung luar (amplop) yang mengandung lemak, karbohidrat dan protein spesifik, Contoh : CCV (channel catfish virus) >> herpesvirus, VHSV (viral haemorrhagic septicaemia) >> rhabdovirus

Amplop virus >> diperoleh selama pendewasaan melalui proses penguncupan dari membran plasma.

Lemak >> diperoleh secara langsung dari sel

Protein amplop >> merupakan protein tersandi virus

Struktur protein :

1. Peplomer glikoprotein atau taji (terlihat sebagai tonjolan dari permukaan amplop)

2. Protein matriks >> merupakan protein tidak terglikosilasi dan ditemukan sebagai lapis dalam amplop virion. Protein matriks menambah kekakuan virion.

Berdasarkan simetri virus, dikelompokkan dlm 3 tipe :

1. Simetri icosahedral (kubus)

2. Simetri helical

3. Struktur kompleks

Kesimetrisan pada kapsid ditentukan oleh ikatan non kovalen yang terbentuk sesama kapsomer (penataan kapsomer)

 

Satuan Ukuran Virus

1. Dalam satuan massa >> Dalton

1 Dalton = 1,67 x 10-24 g >> untuk menyatakan BM asam nukleat

Contoh : Picornavirus >> BM = 2 x 106 Dalton,  Poxvirus >> BM = 2 x 108 Dalton

Untuk menentukan BM asam nukleat >> dilakukan pemisahan asam nukleat dari virion dengan penambahan : fenol, sodium deoksikholat, enzim proteolitik

2. Dalam satuan panjang >> milimikron (mµ) atau nanometer (nm) = 10-6 mm

Contoh : Rhabdovirus >> panjang = 130 – 380 nm, lebar=   60 – 95 nm,  panjang taji amplop = 5 – 10 nm 

 

Cara mengukur partikel virus

1. Filtrasi (penyaringan) >> cara klasik

Digunakan membran filter dengan diameter pori-pori bertingkat (Ø besar >> sedang >> kecil).

Suspensi virus dapat melalui deret membran filter dan tertahan pada membran filter tertentu >> Ø pori-pori yang menahan virus dapat ditentukan >>        Ø partikel = Ø pori-pori x 0,67.

Cara ini kurang tepat krn struktur virus yang bervariasi

Berguna memisahkan virus dengan kontaminan

2. Mikroskop elektron >> struktur dan ukuran virus dapat diamati

Suspensi virus dicampur dengan zat warna phosphotungstic acid (PTA) utk mempertegas struktur permukaan virus melalui pewarnaan negatip.

 

Susunan Kimiawi Virus

1. Hanya mempunyai 1 jenis asam nukleat (Ribonukleat/RNA atau Deoksiribonukleat/DNA) >> mengatur informasi genetik untuk replikasi virus

2. Genom RNA / DNA – beruntai tunggal (ss),  beruntai ganda (ds)

3. Asam nukleat virus terdiri dari nukleotida yaitu senyawa kimia yang terdiri dari:

-Nitrogen basa

-Gula dari 5 atom C (deoksiribose / ribose)

-Molekul asam phosphat yang menghubungkan basa dan gula

 

Perbedaan susunan kimia DNA dan RNA

 

Protein Virus

Beberapa protein tersandi virus merupakan :

-Protein struktur (bagian dari virion)

-Protein non struktur

Peranan protein struktur :

-Melindungi asam nukleat virus

-Untuk perlekatan dengan molekul reseptor sel yang peka

-Menentukan simetri struktural virus

-Menentukan sifat antigenik virus

Protein non struktur yang berkaitan dengan virion : enzim terlibat dalam :

-Transkripsi asam nukleat

-Pengaturan siklus replikasi                                        

 

Lipid virus / lemak virus

Sejumlah virus mengandung lipid sebagai bagian dari struktur virus dan terdapat pada selubung luar (amplop >> lemak sel dan protein virus)

Komposisi lemak dari virus tertentu berbeda tergantung pada komposisi dari lemak membran sel inang yang menurunkan.

± 50 – 60 % lemak amplop merupakan fosfolipid dan sisanya sebagian besar kolesterol

Lemak /lipid peka terhadap pelarut lemak (eter, khloroform)

-Karbohidrat virus

Terdapat pada selubung virus

Karbohidrat terdapat sebagai rantai samping oligosakarida dari glikoprotein dan glikolipid virus.

 

Download File PDF

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    812.013